"Untuk bertahan hidup selama dalam persembunyian, korban bekerja di warung-warung kawasan kebun durian dengan upah harian," ujar Ari.
Disebutkan, untuk mengembalikan traumatik korban, sudah dilakukan trauma healing dan pengecekan kesehatan berkala selama lima hari, sebelum akhirnya dipertemukan dengan pihak keluarganya.
Sementara itu Lusi mengaku kabur dari penampungan, karena tidak kuat merasakan penderitaan cukup berat dari pelaku.
"Saya kabur dan terlunta-lunta di kebun. Saya seperti orang orang gila saja karena cuma bawa baju satu yang dipake. Untung ada orang baik yang mau ngasih saya makan, serta dikerjakan selama dua minggu. Selanjutnya saya kerja pindah-pindah," tutur Lusi.
Di hadapan para awak media, Lusi mengaku senang bisa kembali ke tanah air dan kumpul dengan keluarga.
"Terimakasih banyak kepada pak Kapolres saya bisa kembali lagi ke Tasikmalaya dengan selamat," ucap Lusi.***
Artikel Terkait
Mulia, Ini Yang Dilakukan Polres Tasikmalaya Menyambut Ramadan 1444 Hijriah
Rekatkan Polri Dengan Masyarakat, Polres Tasikmalaya Bagi-Bagi Makanan Untuk Takjil
Mudik Lebaran Gratis Ke Semarang, Polres Tasikmalaya Siapkan Dua Bus
Ini Cara Anggota Polres Tasikmalaya Berbagi Kebahagiaan
Pada Operasi Ketupat 2023, Pasukan Polisi Khusus Bersenjata Polres Tasikmalaya Disiagakan
Kehabisan BBM Saat Mudik? Tenang ada Polres Tasikmalaya
Hari Bhayangkara Ke 77, Sinergi Polres Banjar dan Pemerintah Kota Banjar Mewujudkan Pemilu Damai