daerah

Inilah Cara Baznas Kabupaten Tasikmalaya Berdayakan UMKM Binaannya, Agar Lebih Dahsyat

Rabu, 31 Agustus 2022 | 21:14 WIB
Baznas Kabupaten Tasikmalaya tingkatan kapasitas pelaku UMKM serta fasilitasi sertifikasi produk Halal. (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Agar dapat berkembang lebih cepat, Baznas Kabupaten Tasikmalaya, berdayakan 100 UMKM, melek digital marketing.

Tak hanya itu, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di bawah binaan Baznas Kabupaten Tasikmalaya ini, mendapat pembinaan langsung dari para tenaga ahli, sehingga kapasitas para pelaku UMKM ini terdongkrak.

"Ada 100 UMKM binaan Baznas. Hari ini kami hadirkan semua untuk mengikuti kegiatan pembinaan dalam rangka meningkatkan kapasitas sekaligus fasilitasi sertifikasi halal, perizinan PIRT, NIB dan IUMK," kata Ketua Baznas Kabupaten Tasikmalaya, Eddy Abdul Somadi, Rabu, 31 Agustus 2022.

Baca Juga: Pendaftaran Pahlawan Digital UMKM 2022 Kembali Dibuka, Simak Ketentuan dan Syaratnya

Tidak hanya itu kata Eddy, mereka juga mendapat pencerahan teknis pembiayaan KUR Syariah, pengemasan produk serta pemasaran secara digital atau digital marketing.

"Ini cara kami agar para pelaku UMKM binaan Baznas ini, tidak hanya sekedar menerima bantuan program atau permodalan, tetapi juga mereka harus berkembang dan maju. Maka harus diagregasi secara keilmuan," ujar Eddy.

"Jika berkembang, minimal mereka mampu menjadi munfiq (pemberi infak dan sedekah) yang kontinyu. Lebih jauhnya lagi menjadi muzakki atau pemberi zakat, baik secara individu maupun kelompok. Itu target utama kami," sambung Eddy.

Baca Juga: Pencetus Kebijakan Glasnost, Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia. Simak Profil dan Biodata Lengkapnya

Meskipun lanjut dia, sebagian besar pelaku UMKM ini sudah mampu menjadi munfiq. Seperti UMKM binaan di Kecamatan Salawu melalui program pemberdayaan perempuan berbasis DKM (P3DKM).

"Perkembangan usaha mereka sudah cukup membanggakan dengan produk anyamannya. Kami bina lagi mereka agar lebih maju hingga pada akhirnya sampailah kemampuan mereka  menjadi muzakki untuk kemanfaatan lebih luas bagi umat," katanya.

Disebutkan, beberapa program Baznas untuk pemberdayaan ekonomi yang sudah berjalan baik, seperti Z-Mart dengan sasaran para pelaku UMKM, Zakat Community Development (ZCD) dengan sasaran kelompok tani atau peternak, dan Z-Chicken berupa bantuan alat/perlengkapan usaha fried chicken.

Baca Juga: Mikhail Gorbachev Meninggal Dunia, Presiden Rusia Vladimir Putin Sampaikan Belasungkawa

Semua permodalan bantuan Baznas ini, terang Eddy, bersifat hibah. Artinya tidak ada kewajiban para penerima bantuan yang notabene sebagai mustahik (penerima zakat) dari asnaf yang delapan itu, mengembalikan apa yang telah mereka terima.

"Meskipun demikian, kami tidak mau usaha mereka ini berjalan di tempat, atau mundur. Mereka harus maju dan berkembang sesuai garapan usaha masing-masing," tuturnya.

Halaman:

Tags

Terkini