Sebuah doa bagi siapapun yang tinggal maupun singgah di Kota Tasikmalaya merasakan keamanan, ketenangan, ketertiban dan kedamaian.
Warna Hijau adalah warna yang membumi. Harapan agar warga Kota Tasikmalaya selalu menjaga lingkungan hidupnya.
Baca Juga: Sejarah Kelom Geulis, Kerajinan Khas Tasikmalaya yang Mendunia
Selain itu, warna hijau bermakna doa agar warganya penuh kelimpahan alam, kekayaan dan mengikuti perkembangan zaman
Makna dan filosofi Bentuk
Logo 21 Tahun Kota Tasikmalaya kali ini adalah sebuah karya seni yang menolak penggambaran yang terbatas pada realitas bentuk garis atau bentuk tanpa rasa.
Torehan garis, coletan warna menyimpan doa, emosi dan energi yang menggambarkan suasana dinamis masyarakat Kota Tasikmalaya.
Baca Juga: 70 Link Download Twibbon Hari Santri Nasional 2022, Terbaru Untuk 22 Oktober 2022
Kota Tasikmalaya masih menjaga tradisi budaya dan bisa beradaptasi dengan kemajuan teknologi dan tetap menjunjung nilai filosofi keagamaan.
Penggambaran payung Geulis sebagai salah satu ikon produk unggulan Kota Tasikmalaya yang tidak hanya memiliki nilai guna sebagai pelindung dari panas dan hujan.
Payung geulis adalah produk budaya Tasikmalaya sejak jaman kerajaan, yang masih bertahan hingga saat ini.
Baca Juga: 25 Contoh Lomba Dalam Kegiatan Memperingati Hari Santri Nasional 2022, Kreatif dan Islami
Payung geulis juga adalah doa untuk Kota Tasikmalaya agar dapat bertahan dan tetap indah menghadapi perkembangan zaman.
Makna Tema Hari Jadi
Makna tema Bangkit, Berkarya, Berjaya yang tersemat di bawah logo, menggambarkan kebangkitan dari pandemi Covid-19, yang telah memukul berbagai sektor kehidupan di Kota Tasikmalaya.