Mediapriangan.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman mengukuhkan Aswin Kosotali sebagai Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya menggantikan Darjana.
Sebelum dikukuhkan menjadi Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya yang baru, Aswin Kosotali merupakan Kepala Perwakilan BI Sibolga, Sumatra Utara.
Sementara Darjana sebagai Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, sebelum diganti Aswin Kosotali, melanjutkan tugas sebagai Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu.
Baca Juga: Kemenkeu Terbitkan PMK, Pemda Wajib Anggarkan Belanja Bansos Dampak Inflasi 2022
Acara Pengukuhan dilaksanakan di Kantor Perwakilan BI Tasikmalaya, Senin 10 Oktober 2022. Dihadiri langsung oleh Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Barat Herawanto.
Hadir pada kesempatan tersebut, Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata dan Wakil Wali Kota Banjar Nana Suryana.
Selain itu, juga hadir Kepala OJK Tasikmalaya Edi Ganda Permana, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Tasikmalaya dan tamu undangan lainnya.
Baca Juga: BI Gelar High Level Meeting Bahas Digitalisasi Ekonomi Kawasan Priangan Timur
Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya Aswin Kosotali mengatakan dalam melaksanakan tugas sebagai Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya akan memperkuat sinergi dengan pemda di Priangan Timur
"Sinergi dengan pemda akan terus diperkuat untuk menjawab tantangan dan mengoptimalkan potensi ekonomi dalam rangka pemulihan dan pertumbuhan ekonomi kedepan," katanya.
Berbagai tantangan strategis tersebut antara lain pengendalian inflasi pasca pandemi yang dialami secara global dan memiliki risiko tertransmisi ke inflasi nasional dan daerah.
Baca Juga: Kartu Prakerja Gelombang 46 Telah Dibuka, Simak Cara Daftar dan Tips Agar Lolos Seleksi
"Tantangan strategis dalam pengendalian inflasi pasca pandemi yang dialami secara global dan memiliki risiko tertransmisi ke inflasi nasional dan daerah," jelasnya.
Dari sisi inflasi, pada September 2022, realisasi inflasi IHK Kota Tasikmalaya adalah sebesar 0,95% (mtm) sehingga secara tahun berjalan inflasi Kota Tasikmalaya sebagai sistercity Kabupaten/Kota Priangan Timur mencapai 5,95% (ytd), telah berada di atas rentang target nasional.