daerah

Gubernur Jabar Ridwan Kamil Minta Kawasan Pedestrian Kota Tasikmalaya Diperluas, Ini Alasannya

Selasa, 18 Oktober 2022 | 07:45 WIB
Gubernur Jawa Barat, H Ridwan Kamil menegaskan, ekonomi tamu didukung dengan kehadiran kawasan pedestrian yang akan memberikan kenyamanan bagi para pejalan kaki dan akhirnya mau berbelanja (Humas Jabar)

Mediapriangan.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Ridwan Kamil, meminta Pemerintah Kota Tasikmalaya, memperluas kawasan pedestrian.

Ridwan Kamil menyebut, perluasan kawasan pedestrian merupakan cara untuk mendongkrak investasi dan menarik wisatawan. 

Dimana, menurut Ridwan Kamil perluasan kawasan pedestrian akan memberikan ruang dan kenyamanan lebih bagi para pejalan kaki dan pada akhirnya mau berbelanja. Itulah yang dia sebut sebagai konsep ekonomi tamu.

Baca Juga: Buru Tersangka Curat Domba, Polisi Bekuk 7 Pria Di Tempat Persembunyian

"Saya titip, kalau Tasikmalaya ekonominya mau bangkit mengatasi kemiskinan yang cukup tinggi, pakailah konsep ekonomi tamu, yakni tamu yang membawa investasi dan berbelanja," kata dia seusai Rapat Paripurna DPRD Kota Tasikmalaya tentang Hari Jadi ke-21 Kota Tasikmalaya, Senin, 17 Oktober 2022. 

Melalui konsep ekonomi tamu, lanjut pria yang akrab disapa Kang Emil ini, resesi ekonomi yang diprediksi terjadi tahun depan, bisa diminimalkan.

"Saya mengingatkan 27 daerah di Jabar, tahun depan akan ada resesi, sehingga ekonomi tamu jadi andalan," ujar dia. 

Baca Juga: Toyota Avanza Oleng, Hantam Suzuki Carry dan Honda Jazz di Kabupaten Ciamis

Maka kata kang Emil, agar investasi tamu meningkat di Kota Tasikmalaya. Pemerintah Daerah Kota Tasikmalaya harus memperbanyak inisiasi pembangunan kawasan pedestrian.

"Perbanyak pedestrian seperti di Jalan KHZ Mustofa dan Cihideung, nanti saya dukung agar menjadi kota yang paling nyaman pejalan kaki se-Indonesia," ucap kang Emil.

Menurutnya, pembangunan kawasan pedestrian akan berdampak terhadap perubahan arus lalu lintas. 

Baca Juga: Butuh Perhatian Pemerintah, Atlet Karate Curhat Kepada Anggota DPRD Kabupaten Tasikmalaya

Sehingga terang dia, pembangunannya  harus didukung perilaku masyarakat untuk tertib berlalu lintas. Termasuk dukungan dari pedagang kaki lima (PKL) yang harus siap direlokasi ke tempat yang lebih representatif. 

"Tinggal diatur perilaku berlalu lintasnya saja, dan PKL nya juga harus mau diatur," ujarnya.***

Tags

Terkini