Mediapriangan.com - Saat ini Kabupaten Tasikmalaya berhadapan dengan ancaman besar berupa bencana Hidrometeorologi. Bukan lagi Covid-19.
Satu persatu jumlah bencana di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat, mulai banjir, tanah longsor, pohon tumbang, puting beliung hingga bencana cuaca ekstrim lainnya yang berhubungan dengan Hidrometeorologi.
BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat, dari 288 kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun 2022 hingga Oktober ini, sebanyak 246 merupakan bencana Hidrometeorologi.
Baca Juga: 7 Fakta Negara Qatar, Tuan Rumah Piala Asia 2023
"Kami mencatat dari total kejadian bencana tersebut, menimbulkan kerugian sekitar Rp9,5 miliar," kata Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto seusai Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di wilayah hukum Polres Tasikmalaya dan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022, di halaman Mapolres Tasikmalaya, Selasa, 18 Oktober 2022.
Dia menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya mencapai 2.551,19 kilo meter atau ke-4 terluas di Jawa Barat, dengan jumlah penduduknya 1,8 juta jiwa.
Bentangan luas wilayah seperti itu, Kabupaten Tasikmalaya dengan segala kondisinya, baik pada sisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, menyimpan potensi risiko bencana alam yang tidak sederhana.
Pada kondisi seperti ini, kata orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya ini, kewaspadaan dan soliditas bersama semua pihak, menjadi kunci utama menghadapi ancaman risiko bencana dalam menyongsong Tasikmalaya tangguh dan tumbuh.
"Dalam penanganan bencana, kita mengenal pentahelix. Dibutuhkan lima unsur terlibat agar penanganan bencana berjalan secara optimal," tutur Ade Sugianto.
Lima unsur itu sambung dia, adalah pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi/pakar dan media.
"Namun kami mengakui, bahwa pemerintah memegang peran utama dalam membangun dan menjaga soliditas sebagai tim, agar kolaborasi dengan empat unsur lain dapat mudah dijalankan," ucap Ade Sugianto.
Sejauh ini lanjut dia, dalam setiap penanganan bencana, pemerintah melalui lembaga-lembaga yang menaungi urusan kebencanaan, termasuk di dalamnya Polri, TNI, selalu hadir.