Bukan Lagi Covid-19, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Sebut Bencana Hidrometeorologi Di Depan Mata

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Selasa, 18 Oktober 2022 | 18:59 WIB
Bupati Tasikmalaya, H Ade Sugianto didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto, memeriksa kesiagaan tim gabungan siaga penanggulangan bencana menghadapi hidrometeorologi.  (Dede Farhan Kamil)
Bupati Tasikmalaya, H Ade Sugianto didampingi Ketua DPRD Kabupaten Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi dan Kapolres Tasikmalaya AKBP Suhardi Hery Haryanto, memeriksa kesiagaan tim gabungan siaga penanggulangan bencana menghadapi hidrometeorologi. (Dede Farhan Kamil)

Mediapriangan.com - Saat ini Kabupaten Tasikmalaya berhadapan dengan ancaman besar berupa bencana Hidrometeorologi. Bukan lagi Covid-19. 

Satu persatu jumlah bencana di Kabupaten Tasikmalaya terus meningkat, mulai banjir, tanah longsor, pohon tumbang, puting beliung hingga bencana cuaca ekstrim lainnya yang berhubungan dengan Hidrometeorologi.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat, dari 288 kejadian bencana yang terjadi sejak awal tahun 2022 hingga Oktober ini,  sebanyak 246 merupakan bencana Hidrometeorologi. 

Baca Juga: 7 Fakta Negara Qatar, Tuan Rumah Piala Asia 2023

"Kami mencatat dari total kejadian bencana tersebut, menimbulkan kerugian sekitar Rp9,5 miliar," kata Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto seusai Apel Gelar Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di wilayah hukum Polres Tasikmalaya dan wilayah Kabupaten Tasikmalaya tahun 2022, di halaman Mapolres Tasikmalaya, Selasa, 18 Oktober 2022.

Dia menyebutkan, luas wilayah Kabupaten Tasikmalaya mencapai 2.551,19 kilo meter atau ke-4 terluas di Jawa Barat, dengan jumlah penduduknya 1,8 juta jiwa. 

Bentangan luas wilayah seperti itu, Kabupaten Tasikmalaya dengan segala kondisinya, baik pada sisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis, menyimpan potensi risiko bencana alam yang tidak sederhana.

Baca Juga: Rapat Paripurna Dengan Agenda Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 21, Begini Pesan Gubernur Jabar Ridwan Kamil

Pada kondisi seperti ini, kata orang nomor satu di Kabupaten Tasikmalaya ini, kewaspadaan dan soliditas bersama semua pihak, menjadi kunci utama menghadapi ancaman risiko bencana dalam menyongsong Tasikmalaya tangguh dan tumbuh. 

"Dalam penanganan bencana, kita mengenal pentahelix. Dibutuhkan lima unsur terlibat agar penanganan bencana berjalan secara optimal," tutur Ade Sugianto.

Lima unsur itu sambung dia, adalah pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi/pakar dan media. 

Baca Juga: Momen Hari Jadi Kota Tasikmalaya ke 21, 10 Kelompok Tani Unggulan Mendapat Apresiasi Program Sadar Inflasi

"Namun kami mengakui, bahwa pemerintah memegang peran utama dalam membangun dan menjaga soliditas sebagai tim, agar kolaborasi dengan empat unsur lain dapat mudah dijalankan," ucap Ade Sugianto.

Sejauh ini lanjut dia, dalam setiap penanganan bencana, pemerintah melalui lembaga-lembaga yang menaungi urusan kebencanaan, termasuk di dalamnya Polri, TNI, selalu hadir.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X