Adapun materi yang disampaikan pada kegiatan workshop SenAng, antara lain disampaikan oleh Yudhistira Rejki Firdaus, S.Pd, M.Sn.
Baca Juga: Tanggal Merah Bulan November 2022, Cek Untuk Rencana Menjelang Liburan Akhir Tahun 2022
"Beliau mengupas sejarah angklung, cara bermain angklung, tangga nada pada angklung, nomor angklung dan cara pendistribusian angklung dalam suatu pagelaran," tutur Riki.
Kemudian terang dia, materi tentang spirit kebudayaan di sampaikan oleh narasumber dari Dewan Kesenian Kota Tasikmalaya, yaitu Budi Riswandi, S.Pd, M.Pd. Terkait kondisi kehidupan hari ini, dimana manusia tengah dijajah oleh informasi yang tersebar di media sosial secara masif dan tajam.
Peserta workshop SenAng, Abiyan Septian Syah mengaku sangat antusias dengan adanya kegiatan workshop SenAng.
Baca Juga: Simak Daftar Peringatan Hari Besar Nasional dan Internasional Bulan November 2022
“Kami semakin tersadar betapa banyak nilai-nilai penting yang kami bisa dapatkan dari bermain angklung," ungkap Abiyan yang juga sebagai Ketua Sanggar Seni Katumbiri Universitas Siliwangi (Unsil).
Sementara itu Ketua Yayasan Asta Mekar Tomi Ahmad Saputra mengemukakan, kegiatan workshop ini diharapkan dapat mengangkat kembali makna angklung,
"Makna angklung yaitu, Buana Nyungcung (Mengingat Sang Pencipta), Buana Panca Tengah (Keselarasan Harmoni dan Keseimbangan) dan Buana Larang (Pijakan dan Pedoman)," kata Tomi.
Dia menegaskan, hasil yang diharapkan dari kegiatan workshop SenAng ini, masyarakat Tasikmalaya khususnya dan umumnya Indonesia, menjadi sadar, mau, mampu, bertahan dan berkembang, untuk kemajuan kebudayaan Indonesia.***