Menurutnya, penerapan kaulinan lembur atau permainan daerah di sekolah, menjadi salah satu bentuk penguatan pendidikan karakter di sekolah yang ada di Jawa Barat.
Baca Juga: Sejarah Hari Ayah Nasional, yang Diperingati Setiap 12 November
"Pembentukan karakter di sekolah dengan kaulinan lembur ini mengharapkan anak tidak hanya pintar, tidak hanya cerdas tapi mereka juga berbudaya lokal Jawa Barat," ujar Hendra. .
Agar langkah ini menjadi masif dan terarah maka kaulinan lembur seperti egrang dimasukan ke dalam kurikulum pendidikan yang disisipkan pada muatan lokal pada jam pelajaran.
"Yang terpenting dalam muatan lokal itu setiap permainan baik egrang atau permainan lainnya, bisa menunjukan sikap yang mencerminkan nilai-nilai Pancasila, seperti gotong royong, kerjasamanya, dan lainnya," tutur Hendra.
Baca Juga: Bagaimana Akhir TMMD Ke-115, TNI Pertegas Manfaat Kemanunggalan Untuk Sejahterakan Masyarakat
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Dedi Supandi mengaku setuju apabila kearifan dirawat dengan cara setiap cabang dinas, mengajak siswa untuk melestarikan kaulinan lembur.
"Festival Egrang juga salah satu bentuk upaya yang sama dengan Jabar Masagi yaitu membentuk Karakter pada anak," katanya.
Hal itu penting diterapkan di kurikulum pelajaran atau ekstrakulikuler supaya anak-anak di setiap sekolah yang ada di KCD wilayah XIII Jabar khususnya, bisa memiliki karakter yang baik.
Baca Juga: Pastikan Kondusifitas LT II Pramuka 2022 Sukamantri, Polsek Panjalu Lakukan Monitoring
Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat sendiri, lanjut dia, memiliki program tematik yang dilaksanakan oleh warga sekolah dengan tagline yang berbeda pada setiap harinya.
Seperti hari Senin untuk wawasan kebangsaan, Selasa, Rabu untuk literasi dan lingkungan hidup, dan Kamis untuk wawasan lokal atau budaya.
Kemudian hari Jumat untuk sehat jasmani rohani, dan Sabtu adalah rumahku istanaku, serta Minggu berkunjung dan berbagi. **