Mediapriangan.com- Sehari pasca musibah kebakaran di Pasar Ciawi, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Pemerintah lakukan analisis lapangan , Senin, 19 Desember 2022.
Hal itu untuk mengetahui tingkat kerusakan fasilitas pasar rakyat akibat dilalap kobaran api serta menghitung kerugian materil secara total maupun yang dialami masing-masing pedagang. Khususnya 158 pedagang di blok C.
"Kami hari ini masih melakukan asesmen di lokasi kebakaran untuk mengetahui kerusakan dan nilai kerugian," kata Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tasikmalaya, Iwan Ridwan.
Baca Juga: Daftar 3 Pemain Timnas Argentina Penerima Penghargaan Piala Dunia 2022 di Qatar
Asesmen itu juga dilakukan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah-langkah penting untuk menyiasati keberlanjutan pergerakan ekonomi melalui usaha para pedagang Pasar Ciawi yang terdampak musibah.
Terkait keberlanjutan aktivitas usaha perdagangan para pedagang blok C, dia menyebutkan masih terus berkoordinasi dengan pihak BPBD dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang untuk menentukan upaya terbaik, apakah relokasi atau memanfaatkan ruang-ruang kosong yang ada di kawasan pasar.
"Kita sedang berproses, apakah relokasi atau memanfaatkan ruang-ruang yang ada, namun dengan batasan tidak sampai menghambat proses penyelidikan pihak kepolisian," ujar Iwan Ridwan.
Baca Juga: Rekomendasi 4 Oleh oleh Khas Bogor, yang Selalu Diserbu Pengunjung
Lebih lanjut Iwan menyebutkan, pemerintah sebetulnya sedang me-review Detail Engineering Design (DED), untuk pasar Ciawi yang memang harus segera ada pembenahan termasuk instalasi kelistrikannya.
"Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya memiliki lima pasar tradisional, pasar Ciawi diantaranya sudah diusulkan ke pusat agar masuk program prioritas revitalisasi. DED nya masih kita tinjau," tutur Iwan Ridwan.
Ditanya soal penyebab kebakaran Pasar Ciawi, dia menegaskan ada pihak Kepolisian yang berwenang untuk menjelaskannya.
"Polisi masih menyelidiki, nanti akan terungkap apa penyebab kebakaran tersebut," ucap Iwan.***