Mediapriangan.com - Tingkat kebutuhan pelaku UMKM dan petani Jawa Barat (Jabar) terhadap jasa eksportir, mendapat sorotan Pemprov Jabar.
Produk dari pelaku UMKM dan komoditas petani Jabar, sudah banyak yang dikirim ke luar negeri, tetapi masih melalui jasa eksportir.
Maka pelaku UMKM dan petani penting memiliki kemampuan ekspor secara mandiri tanpa harus melalui jasa eksportir.
Baca Juga: Disebut Robot, Muncul Petisi Larang Erling Haaland Main di Liga Inggris. Begini Reaksi Guardiola
Hal itu, untuk menekan biaya yang tinggi atas layanan yang digunakan dari jasa eksportir. Sehingga para pelaku UMKM maupun petani berpeluang mendapat keuntungan lebih besar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar, Lendra Sofyan mengatakan, diperlukan pelatihan dan pengembangan kapasitas UMKM.
Dan untuk meningkatkan kapasitas itu, terang dia, tentunya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata atau dinas tertentu. Semua stakeholders dituntut turut berperan.
Baca Juga: Sepakbola Indonesia Tak Kena Sanksi FIFA, Berikut Penjelasan Presiden Jokowi
"Kami, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jabar mencetuskan program Kompor (Kolaborasi Optimalisasi UMKM Ekspor), untuk memberikan wawasan ekspor mandiri kepada petani dan pelaku UMKM," kata Lendra, usai peluncuran program Kompor dalam sesi Jabar Punya Informasi (Japri) pada rangkaian acara Road to West Java Festival 2023 di Gedung Sate, Kota Bandung Sabtu, 8 Oktober 2022.
Hadir dalam sesi Japri, Plt Dirjen Perdagangan Dalam Negeri pada Kementerian Perdagangan RI Syailendra, Kepala Dinas Perkebunan Jabar Jafar Ismail dan sejumlah narasumber lain.
"Kami ingin mendorong potensi ekspor produk UMKM di Jabar, meningkatkan persentase ekspor dari UMKM. Sehingga menggelar Kompor, " ujar Lendra Sofyan.
Dia mengemukakan, ekspor Jabar selama ini didominasi produk dan pengusaha besar mencapai 98 persen. Sisanya atau 2 persen diekspor pelaku UMKM.
"Jelas perlu kolaborasi setiap OPD, bukan hanya Disindag saja. Dengan dinas pertanian untuk peningkatan kualitas dan kuantitas produk, dengan dinas UMKM untuk pembinaan ekspor dan dinas-dinas lainnya. Termasuk dengan pusat dan daerah," tutur dia.
Artikel Terkait
Dukung 30.000 UMKM BUMN Go Online, Kementerian BUMN Berikan Pelatihan Online Gratis
Pendaftaran Pahlawan Digital UMKM 2022 Kembali Dibuka, Simak Ketentuan dan Syaratnya
Inilah Cara Baznas Kabupaten Tasikmalaya Berdayakan UMKM Binaannya, Agar Lebih Dahsyat
Segera Cair, Begini Cara Cek Penerima BLT UMKM 2022 atau BPUM 2022 di eform.bri.co.id (Eform BRI)
Business Development Services KPP Pratama Ciamis, Gelar Bazar UMKM