Mediapriangan.com - Kabupaten Tasikmalaya menjadi salah satu dari tiga kabupaten di Indonesia yang terpilih Pemerintah RI melalui Kementerian Pertanian, mengikuti expo/pameran padi organik di tiga negara.
Didukung lembaga pendanaan internasional yang bergerak di sektor pertanian, yakni International Fund for Agricultural Development (IFAD), expo padi organik digelar selama 17 hari mulai awal bulan November 2022 mendatang.
Dimulai di Negara Turki untuk selama sepekan, dua orang perwakilan petani gigih asal Kabupaten Tasikmalaya didampingi pihak dinas terkait, akan mengikut expo padi organik di Nederlan Belanda selama lima hari. Dan terakhir di Spanyol Barcelona selama lima hari.
Baca Juga: 40 Link Download Twibbon Hari Sumpah Pemuda 2022, Desain Keren! Untuk 28 Oktober 2022
Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Kabupaten Tasikmalaya, Nuraedidin, di sela-sela kegiatan bimbingan teknis (bimtek) peningkatan kapabilitas petani/pelaku usaha hortikultura, di salah satu hotel di Tasikmalaya, Senin, 24 Oktober 2022.
Bimtek yang digelar Kementerian Pertanian Direktorat Jenderal (Ditjen) Hortikultura itu, dibuka Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto. Dihadiri perwakilan Direktur Buah dan Florikultura Ditjen Hortikultura, Nurli Eriza, dan dihadiri secara virtual anggota Komisi IV DPR RI, Ono Surono.
"Ini apresiasi luar biasa, dimana petani padi organik Kabupaten Tasikmalaya mendapat kehormatan dari pemerintah pusat, untuk mengikuti expo padi organik di luar negeri," kata Nuraedidin.
Baca Juga: Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-94 Tahun 2022, Agar Lebih Bermakna, Simak Sejarahnya
Sementara itu, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto mengemukakan, Kabupaten Tasikmalaya sudah cukup lama terkenal dengan padi organiknya yang mendunia.
"Perkembangan padi organik di Kabupaten Tasikmalaya dari tahun ke tahun mengalami kemajuan signifikan. Meski sempat dihantam badai pandemi Covid-19. Kita punya para petani gigih di antaranya seperti di Gapoktan Simpatik Cisayong, kemudian di Pagerageung dan Sukahening," kata Ade Sugianto.
Ditambahkan, meskipun saat ini baru mencapai sekitar 20 persen jumlah petani di Kabupaten Tasikmalaya yang menggarap padi organik, namun dari sekitar lima ribu hektare lahan sawah yang ada, petani sudah mampu memproduksi rata-rata enam ton per hektare per satu kali panen.
Baca Juga: Dibuka! 2.500 Beasiswa Santri Baznas 2022 Angkatan 2, Simak Cara Daftarnya
"Dalam satu tahun bisa tiga kali panen. Tinggal kalikan saja berapa total padi organik yang diproduksi dari lahan tersebut," tutur Ade Sugianto.
Untuk meningkatkan produksi padi organik, lanjut dia, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya sedang berupaya membuka lahan pesawahan baru khusus untuk padi organik, di wilayah Kecamatan Cipatujah.
Artikel Terkait
Potensi Pertanian Jabar Perlu Dukungan Aspek Mekanisasi Pertanian
DPRD Minta Agar Sektor Pertanian Menjadi Perhatian Besar Pemprov Jabar
Bukan Lagi Covid-19, Bupati Tasikmalaya Ade Sugianto Sebut Bencana Hidrometeorologi Di Depan Mata
Wacana Pilkada Tidak Langsung Kembali Mencuat, Begini Tanggapan Bupati Tasikmalaya
Bupati Tasikmalaya Pimpin Apel Siaga Bencana Alam, Pastikan Kesiapsiagaan di Kabupaten Tasikmalaya