Gelar Pangan Murah dan Edukasi Inflasi, BI Tasikmalaya Menjaga Stabilitas Harga

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 8 November 2022 | 18:55 WIB
BI Tasikmalaya bersama Pemkot Tasikmalaya mengadakan Gelar pangan murah di halaman Kantor Samsat Kota Tasikmalaya, Selasa 8 November 2022.  (Foto Dok. BI Tasikmalaya)
BI Tasikmalaya bersama Pemkot Tasikmalaya mengadakan Gelar pangan murah di halaman Kantor Samsat Kota Tasikmalaya, Selasa 8 November 2022. (Foto Dok. BI Tasikmalaya)

Mediapriangan.com - Dalam kerangka pengendalian inflasi dan implementasi Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP), Perwakilan BI Tasikmalaya menggelar pangan murah.

Gelar pangan murah menjadi salah satu program untuk menjaga stabilisasi harga melalui penyediaan komoditas penyumbang inflasi dengan harga terjangkau.

Gelar pangan murah ini juga bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Baca Juga: Teks Pidato Amanat Pembina Upacara Peringatan Hari Pahlawan 2022, Sebelum Ada Rilis Resmi Amanat Mensos RI

"Gelar pangan murah, masyarakat dapat memperolah produk kebutuhan pokok dengan harga yang lebih murah dari harga pasar secara umum," kata Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya, Aswin Kosotali pada acara pembukaan gelar pangan murah di halaman Kantor Samsat Kota Tasikmalaya, Selasa 8 November 2022.

Menurutnya, Inflasi Harga Konsumen (IHK) pada Oktober 2022 di Kota Tasikmalaya mengalami deflasi sebesar -0,05% setelah pada bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,95% (mtm).

Terjadinya deflasi di Kota Tasikmalaya, terang dia, terutama bersumber dari penurunan harga kelompok Volatile Food dan penurunan harga kelompok Core inflation, di tengah inflasi administered price yang meningkat dikarenakan penyesuaian harga BBM.

Baca Juga: Wujudkan Kepedulian Terhadap Hewan, Pet Kingdom Kembali Gelar Care For Paw 2022

Deflasi tersebut mencerminkan bahwa di Kota Tasikmalaya pada bulan Oktober 2022 mulai terjadi penurunan harga secara umum.

Penurunan harga tersebut diantaranya disumbang oleh turunnya harga komoditas volatile food yaitu telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, buah naga, dan ikan mujair.

Penurunan harga yang terjadi pada kelompok volatile food merupakan hasil dari program sinergi Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan Bank Indonesia dan berbagai pemangku kepentingan yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi melalui GNPIP diantaranya program operasi pasar murah, menanam cabe di pekarangan rumah (urban farming), dan Kerjasama antar daerah.

Baca Juga: Momentum Peringatan Hari Pahlawan 2022, Presiden Joko Widodo Resmi Angkat 5 Tokoh Ini Jadi Pahlawan Nasional

Di tengah momentum penurunan harga, program pengendalian inflasi tersebut tetap perlu digalakkan untuk tetap menjaga stabilitas harga dan menjaga kesejahteraan masyarakat.

Selain gelaran pangan murah, kegiatan dikolaborasikan dengan edukasi pengolahan pangan menggunakan produk turunan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X