"Melalui kegiatan edukasi ini, diharapkan dapat memperoleh pengalaman bahwa penggunaan produk turunan seperti cabai kering/bubuk, bawang pasta maupun produk substitusi seperti umbi-umbian pengganti beras pada pengolahan makanan tetap dapat memberikan cita rasa yang nikmat dan tidak mempengaruhi kualitas makanan," tuturnya.
Baca Juga: Bacaan Niat dan Tata Cara Sholat Gerhana
Selanjutnya edukasi dalam mengolah komoditas penyumbang inflasi seperti cabai maupun bawang segar menjadi produk setengah jadi atau produk olahan yang dapat disimpan untuk waktu yang lebih lama, diharapkan dapat menjadi solusi saat harga komoditas tersebut jatuh karena kelebihan pasokan.
"Setelah kegiatan ini, kami berharap Bapak/Ibu dapat mempraktikannya penggunaan produk turunan cabai/bawang, subsitusi beras dalam pengolahan makanan sehari-hari di rumah," imbuhnya.
Dengan demikian permintaan dan penawaran di pasar dapat dikelola dengan partisipasi yang baik melalui keterlibatan dan kesadaran masyarakat dalam pengendalian inflasi.
"Kami juga mengucapkan apresiasi kepada Pemerintah Kota Tasikmalaya dan seluruh pemangku kepentingan yang telah bersinergi dan bergotong royong dalam menjaga kestabilan harga dan pasokan di Kota Tasikmalaya," katanya.
Semoga kedepan, sinergi yang sudah terbangun semakin kuat untuk dapat mencapai sasaran target inflasi agar masyakarat tetap sejahtera.***
Artikel Terkait
Agenda BI: KKJ dan PKJB Bakal Digelar Selama Tiga Hari Di Bandung
Halal bi Halal Tingkat Kabupaten Tasikmalaya, Bupati Ade Sugianto Ingatkan Soal Visi Misi
BI Gelar Road to Pagelaran Kreasi Priangan Timur 2022 di Plaza Asia Tasikmalaya
Road to PKPT 2022, Strategi BI Memperkuat Ekonomi Priangan Timur
Dorong Digitalisasi UMKM, BI Gelar Sosialisasi QRIS Kepada Pelaku Usaha Tasikmalaya
BI Gelar High Level Meeting Bahas Digitalisasi Ekonomi Kawasan Priangan Timur
Kenaikan Harga Komoditas Pangan Picu Inflasi di Jabar, BI Gelar Pertemuan Rumuskan Strategi
Deputi Gubernur Bank Indonesia Kukuhkan Aswin Kosotali Sebagai Kepala Perwakilan BI Tasikmalaya