Mediapriangan.com - Banyak pemilik usaha masih merasa kikuk ketika harus tampil di media sosial. Terlebih bagi mereka yang tidak terbiasa membicarakan diri sendiri, membagikan pencapaian, atau merasa kurang percaya diri.
Padahal, di era digital saat ini, personal branding di media sosial menjadi salah satu kunci penting untuk mengembangkan bisnis.
Lebih dari sekadar promosi diri, personal branding membantu membangun reputasi sekaligus memperkuat posisi sebagai pemimpin opini di industri yang digeluti.Dampaknya, tingkat kepercayaan publik dan loyalitas pelanggan bisa meningkat.
“Promosi diri lewat media sosial tidak selalu berarti pamer. Ada banyak cara untuk tetap terlihat profesional sekaligus autentik,” tulis Forbes dalam laporannya yang dikutip pada Senin, 1 September 2025.
Salah satu cara sederhana yang bisa diterapkan adalah kurasi konten. Alih-alih harus selalu membuat konten baru, pemilik usaha dapat membagikan artikel, tulisan blog, atau video dari sumber terpercaya.
Dengan menambahkan opini pribadi, konten akan terasa lebih bernilai sekaligus menampilkan kompetensi.
Baca Juga: BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan RI Rp362,8 Triliun hingga Juli 2025, AS Jadi Mitra Terbesar
“Daripada sekadar menyebut diri sebagai ahli, tunjukkan lewat pengalaman, studi kasus, atau tips praktis. Dengan begitu, audiens melihat kompetensi tanpa merasa sedang dibombardir promosi,” ungkap Forbes.
Storytelling juga menjadi strategi ampuh. Membagikan kisah perjalanan usaha, tantangan yang pernah dialami, atau pelajaran berharga bisa membangun kedekatan dengan audiens tanpa kesan berlebihan.
Selain itu, testimoni pelanggan hingga konten buatan pengguna (user generated content) layak ditampilkan sebagai bukti nyata kualitas produk maupun layanan.
Baca Juga: Deflasi Agustus 2025 Tembus 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Masih Aman di Level 2,31 Persen
Menurut penelitian Wyzowl, 9 dari 10 orang lebih percaya pada cerita pelanggan dibanding klaim langsung dari sebuah bisnis.
“Cerita pelanggan adalah aset penting. Mereka bisa membangun kepercayaan dan kredibilitas bisnis jauh lebih kuat dibanding iklan,” jelas Forbes.
Artikel Terkait
Industri Makanan Minuman Tumbuh 6,15 Persen Kuartal II 2025, Lampaui Ekonomi Nasional dan Catat Rekor Ekspor
Fresh Graduate Hadapi Jalan Terjal, Ekonomi Lesu Buat Peluang Kerja Berkualitas Semakin Menyempit
Rahasia Bisnis Sampingan di E-Commerce: 5 Strategi Ampuh Agar Toko Online Bertahan di Tengah Persaingan
Gaji Tetap atau Upah per-Jam, Mana yang Lebih Menguntungkan untuk Finansial dan Keseimbangan Hidup?
Gen Z Merajai Gig Ekonomi, Tapi Masih Dihadapkan Tantangan Berat dalam Mengatur Stabilitas Finansial
6 Strategi Anak Muda Bisa Menabung Meski Gaji Pas-pasan, Dari Atur Anggaran Hingga Investasi Ringan
CEO Teknologi Dunia Ungkap Fakta Mengejutkan: Gelar Kuliah Tak Lagi Jadi Syarat Utama Sukses di Era AI
AI Kini Jadi Alat Wajib Pekerja Remote, Bantu Produktivitas, Atur Jadwal, dan Ringankan Beban Kerja
Deflasi Agustus 2025 Tembus 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Masih Aman di Level 2,31 Persen
BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan RI Rp362,8 Triliun hingga Juli 2025, AS Jadi Mitra Terbesar