Fresh Graduate Hadapi Jalan Terjal, Ekonomi Lesu Buat Peluang Kerja Berkualitas Semakin Menyempit

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Senin, 1 September 2025 | 08:30 WIB
Ilustrasi seorang lulusan baru atau fresh graduate yang menapaki karier ke dunia kerja. (Freepik.com)
Ilustrasi seorang lulusan baru atau fresh graduate yang menapaki karier ke dunia kerja. (Freepik.com)

Mediapriangan.com - Memasuki dunia Kerja setelah lulus kuliah seharusnya menjadi momen penuh harapan. Namun, kondisi Ekonomi yang sedang Lesu membuat langkah para fresh graduate tidak semudah yang dibayangkan.

Saat resesi terjadi dan tingkat pengangguran meningkat, lulusan baru kerap dihadapkan pada kenyataan sulit: peluang mendapatkan pekerjaan berkualitas jauh lebih kecil dibandingkan mereka yang lulus di masa ekonomi stabil.

Laporan TD Economic pada Februari 2024 mengungkap, kondisi tersebut bisa menimbulkan dampak jangka panjang. Fresh graduate yang terpaksa bekerja di bawah kualifikasi (underemployed) berisiko kehilangan manfaat penuh dari gelar yang dimiliki, bahkan membuat mereka tertinggal dari rekan seangkatan selama bertahun-tahun.

Baca Juga: Kemenperin Dorong IKM Otomotif Naik Kelas Lewat Material Center Purbalingga, Siap Masuk Rantai Pasok Global

“Pekerjaan pertama seseorang setelah lulus sangat berperan dalam membentuk arah karier mereka. Memulai di tengah resesi berarti kemungkinan besar harus menerima pekerjaan dengan kualitas yang lebih rendah,” tulis TD Economic.

Meski begitu, peluang memperbaiki situasi tetap ada. Salah satunya melalui program work-integrated learning (WIL), atau pembelajaran berbasis kerja. Program ini dinilai dapat membantu lulusan baru meningkatkan keterampilan sekaligus memperbesar peluang mereka di pasar kerja.

“Kesempatan pengembangan keterampilan melalui WIL bisa menjadi jalan keluar, terutama ketika ekonomi melambat dan peluang kerja menyempit,” jelas TD Economic.

Baca Juga: Industri Makanan Minuman Tumbuh 6,15 Persen Kuartal II 2025, Lampaui Ekonomi Nasional dan Catat Rekor Ekspor

Dalam riset yang sama, tercatat saat krisis keuangan global 2024, jumlah fresh graduate yang berhasil memperoleh pekerjaan dengan keterampilan tinggi anjlok hingga 20 persen, dan butuh waktu lebih dari tiga tahun untuk kembali normal.

Fenomena serupa juga muncul pada awal pandemi Covid-19, ketika kesempatan mendapatkan pekerjaan berkualitas jatuh drastis sebelum akhirnya pulih seiring pelonggaran pembatasan.

Peristiwa ini memperlihatkan rapuhnya posisi fresh graduate di tengah pasar kerja yang menyusut.

Baca Juga: 5 Ide Bisnis Sederhana dengan Modal Usaha Terjangkau, Cocok untuk Pemula yang Ingin Cepat Mandiri

“Ketika pilihan pekerjaan terbatas, banyak pekerja akhirnya menerima pekerjaan di bawah standar. Hal ini berdampak pada keterampilan yang mereka kembangkan dan juga pendapatan yang mereka hasilkan,” ungkap laporan TD Economic.

Kini, dengan bayang-bayang perlambatan ekonomi yang kembali muncul, peringatan tersebut menjadi semakin relevan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X