Deflasi Agustus 2025 Tembus 0,08 Persen, Inflasi Tahunan Masih Aman di Level 2,31 Persen

photo author
Didit Fauzi Hendrian, Media Priangan
- Selasa, 2 September 2025 | 08:52 WIB
Foto Ilustrasi - BPS mencatat deflasi Agustus 2025 capai 0,08 persen.  (Unsplash/Markus Winkler)
Foto Ilustrasi - BPS mencatat deflasi Agustus 2025 capai 0,08 persen. (Unsplash/Markus Winkler)

Mediapriangan.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis perkembangan terbaru Indeks Harga Konsumen (IHK) Agustus 2025 yang menunjukkan stabilitas harga di Indonesia.

Secara bulanan, terjadi deflasi 0,08 persen (mtm), sementara inflasi tahunan tercatat 2,31 persen (yoy). Angka tersebut masih berada dalam level yang terkendali.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, menyebut deflasi kali ini lebih dalam dibandingkan periode sama tahun lalu.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Bela Rakyat, Usut Kerusuhan Demo dan Siap Hadapi Mafia serta Korupsi Tanpa Kompromi

"Agustus 2025 mengalami deflasi 0,08, lebih dalam dibandingkan deflasi Agustus 2024 sebesar 0,03 persen," kata Pudji saat konferensi pers virtual, Senin 1 September 2025.

BPS juga mencatat inflasi tahun kalender hingga Agustus 2025 sebesar 1,60 persen.

Kontribusi terbesar terhadap deflasi berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 0,08 persen.

Baca Juga: AI Kini Jadi Alat Wajib Pekerja Remote, Bantu Produktivitas, Atur Jadwal, dan Ringankan Beban Kerja

Selain itu, kelompok harga yang diatur pemerintah juga menyumbang deflasi 0,08 persen, terutama dari tarif angkutan udara dan harga bensin.

Sementara kelompok harga bergejolak turun 0,61 persen, dipicu penurunan harga tomat, cabai rawit, dan bawang putih.

Meski begitu, komponen inti masih menunjukkan inflasi tipis 0,06 persen dengan andil 0,04 persen. Pemicunya antara lain kenaikan biaya kuliah, biaya sekolah dasar, serta emas perhiasan.

Baca Juga: Tak Ada Celah untuk Penjarahan, TNI-Polri Perketat Patroli Bersama hingga RT/RW Jaga Keamanan Warga

Secara regional, BPS mencatat 27 provinsi mengalami deflasi dan 11 provinsi lainnya mencatat inflasi.

Deflasi terdalam terjadi di Maluku Utara sebesar 1,90 persen, sedangkan inflasi tertinggi ada di Sumatera Utara sebesar 1,37 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Didit Fauzi Hendrian

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X