Dari kewajiban tersebut, pemerintah hanya berhasil mengamankan Rp20 triliun atau sekitar 34 persen, jauh dari nilai total yang seharusnya.
Pemerintahan Presiden Megawati pada 2002 akhirnya melepas saham mayoritas BCA. Investor asing asal Amerika Serikat, Farallon, menjadi pemenang tender dengan nilai Rp10 triliun.
Lima tahun berselang, Grup Djarum membeli 92,18 persen saham Farallon dan menjadi pengendali BCA hingga saat ini.
Skandal lama ini kini kembali jadi sorotan publik. Banyak pihak menilai kasus BLBI bukan hanya soal utang, tetapi juga mencerminkan keputusan strategis yang berdampak panjang terhadap keuangan negara.***