Dari kewajiban tersebut, pemerintah hanya berhasil mengamankan Rp20 triliun atau sekitar 34 persen, jauh dari nilai total yang seharusnya.
Pemerintahan Presiden Megawati pada 2002 akhirnya melepas saham mayoritas BCA. Investor asing asal Amerika Serikat, Farallon, menjadi pemenang tender dengan nilai Rp10 triliun.
Lima tahun berselang, Grup Djarum membeli 92,18 persen saham Farallon dan menjadi pengendali BCA hingga saat ini.
Skandal lama ini kini kembali jadi sorotan publik. Banyak pihak menilai kasus BLBI bukan hanya soal utang, tetapi juga mencerminkan keputusan strategis yang berdampak panjang terhadap keuangan negara.***
Artikel Terkait
Strategi Investasi Oscar Darmawan, Pilih Bitcoin karena Keamanan Jangka Panjang, Ungkap Tantangan Quantum
Fenomena Rojali-Rohana Ramai Dibahas, Ekonom Sebut Sepinya Mall Lebih Dipicu Perubahan Gaya Belanja ke E-Commerce
Susu Nabati Kian Jadi Tren Gaya Hidup, Buka Peluang Bisnis UMKM dari Bahan Lokal hingga Inovasi Global
Investasi Emas Online, Cara Modern Menabung Emas Mulai 0,1 Gram, Fleksibel dan Praktis di Era Digital
Dompet Digital, Tren Transaksi Zaman Modern, Lebih Praktis, Banyak Promo, tapi Tetap Punya Risiko
Deposito Online, Investasi Praktis di Era Digital: Simak Keuntungan dan Risiko Sebelum Menaruh Dana
Hindari Tarif Tinggi AS, Perusahaan China Ramai-ramai Pilih Indonesia dan Picu Lonjakan Harga Lahan Industri
Keseruan MASIH by.U di SMK Al-Huda Sariwangi Tasikmalaya, Coaching Futsal Nasional, Games Seru, dan Brand Ambassador
Investasi Syariah Kian Diminati, Kenali Ragam Instrumen dan Risiko Sebelum Memulai
Kisah Inspiratif BestDough Bakery, Sempat Nyaris Tutup, Kini Omzet Naik 750 Persen Berkat Tim Manajemen Solid