Utang BLBI dan Saham BCA, Disuntik Rp87 Triliun, Dijual Rp10 Triliun, Negara Disebut Rugi Rp78 Triliun

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 20 Agustus 2025 | 07:15 WIB
Gedung perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA).  (Unsplash.com/HendraJn)
Gedung perusahaan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). (Unsplash.com/HendraJn)

Dari kewajiban tersebut, pemerintah hanya berhasil mengamankan Rp20 triliun atau sekitar 34 persen, jauh dari nilai total yang seharusnya.

Pemerintahan Presiden Megawati pada 2002 akhirnya melepas saham mayoritas BCA. Investor asing asal Amerika Serikat, Farallon, menjadi pemenang tender dengan nilai Rp10 triliun.

Baca Juga: Gudang Pakaian Impor Ilegal Rp112 Miliar Digerebek di Bandung, Kemendag Pastikan Proses Hukum Berlanjut

Lima tahun berselang, Grup Djarum membeli 92,18 persen saham Farallon dan menjadi pengendali BCA hingga saat ini.

Skandal lama ini kini kembali jadi sorotan publik. Banyak pihak menilai kasus BLBI bukan hanya soal utang, tetapi juga mencerminkan keputusan strategis yang berdampak panjang terhadap keuangan negara.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X