Penyaluran KUR didominasi sektor produktif, terutama pertanian yang menjangkau 869.285 debitur atau 42,68 persen dari total penerima KUR.
Posisi berikutnya ditempati sektor perdagangan dengan 647.440 debitur atau 32,34 persen. Selain mendukung UMKM, BRI juga mengambil peran strategis dalam Program 3 Juta Rumah.
Hingga Juni 2026, penyaluran KPR Subsidi telah mencapai Rp18,39 triliun kepada lebih dari 134 ribu debitur. Sekitar 97 persen di antaranya disalurkan melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), yang telah menjangkau sekitar 131 ribu debitur.
Sementara itu, realisasi penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) hingga 19 Juli 2026 telah mencapai Rp10,7 triliun atau sekitar 89 persen dari target tahun ini sebesar Rp12 triliun.
Baca Juga: Diam-diam Efektif! Kolaborasi Kejari Tasikmalaya - BRI Pulihkan Keuangan Negara hingga Rp5 Miliar
Pembiayaan tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem perumahan sekaligus menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja.
Hery menegaskan, transformasi BRI tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja korporasi, tetapi juga memastikan setiap pertumbuhan bisnis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan dukungan seluruh insan BRILiaN, kepercayaan masyarakat, serta sinergi bersama Danantara Indonesia, BRI optimistis mampu menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan sekaligus memperkuat perannya sebagai motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Di sisi lain, Chief Operating Officer Danantara Indonesia Dony Oskaria menilai transformasi BUMN harus dibangun di atas fondasi keberlanjutan.
Menurutnya, peningkatan kinerja perusahaan harus dibarengi pembangunan sumber daya manusia dan kepemimpinan yang kuat agar mampu menghadapi tantangan di masa mendatang.
Ia menegaskan, komitmen seorang pemimpin terhadap keberlanjutan perusahaan menjadi pembeda utama antara seorang CEO dan manajer dalam memastikan perusahaan terus tumbuh secara berkesinambungan.***