Baca Juga: Shell Resmikan Pabrik Gemuk di Marunda, Bekasi, Kapasitas Produksi Capai 12 Kiloton per Tahun
GOTO Rp50 Masih Jauh dari Modal Awal
Skenario berbeda terlihat jika saham GOTO kembali menyentuh Rp50 atau level yang kerap disebut gocap.
Dari Rp30 menuju Rp50, saham GOTO harus naik sekitar 66,67 persen. Namun, level tersebut masih belum mendekati harga perolehan Telkomsel yang berada di kisaran Rp270 per saham.
Dengan asumsi kepemilikan Telkomsel tetap sekitar 23,72 miliar saham, nilai saham pada harga Rp50 mencapai sekitar Rp1,19 triliun.
Nilai tersebut masih lebih rendah sekitar Rp5,22 triliun dibandingkan estimasi nilai investasi berdasarkan harga perolehan Rp270 per saham.
Bahkan setelah mencapai Rp50, GOTO masih membutuhkan kenaikan sekitar 440 persen untuk kembali menuju Rp270.
Perhitungan tersebut memperlihatkan bahwa pemulihan harga saham GOTO tidak bisa hanya dilihat dari persentase kenaikan sejak titik terendah. Bagi pemegang saham yang masuk pada harga lebih tinggi, diperlukan kenaikan yang jauh lebih besar untuk mencapai balik modal.
Baca Juga: BSI Hadir di Danantara Housing Expo 2026, Bawa Promo KPR Syariah dan Dukung Program 3 Juta Rumah
Telkomsel Sebut Ada Manfaat Strategis
Di tengah penurunan nilai pasar tersebut, Telkomsel sebelumnya menegaskan bahwa hubungan dengan GOTO tidak hanya dilihat berdasarkan perubahan harga saham.
Manajemen Telkomsel menempatkan investasi tersebut sebagai bagian dari kemitraan jangka panjang yang juga berkaitan dengan potensi sinergi bisnis.
“Pergerakan saham GOTO mencerminkan dinamika pasar dan tidak merepresentasikan manfaat strategis dari kemitraan tersebut,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Telkomsel, Daru Mulyawan, dalam Public Expose Live pada 7 September 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan sebelum harga Rp30 yang menjadi dasar perhitungan ini.