Karena itu, estimasi penurunan sebesar Rp5,69 triliun tidak dapat diartikan sebagai kerugian final yang telah direalisasikan. Perhitungan tersebut hanya membandingkan nilai saham pada harga Rp30 dengan estimasi harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Nilai investasi Telkomsel juga tidak dalam perhitungan ini memperhitungkan manfaat komersial dari kemitraan, penerimaan lain, maupun biaya transaksi.
Dengan demikian, angka 800 persen merupakan gambaran matematis mengenai jarak harga saham GOTO dari harga perolehan, bukan prediksi bahwa saham tersebut pasti akan mencapai Rp270.***
Artikel Terkait
JNE Awali JLC Member Gathering Bandung, Hadirkan Strategi Bisnis dan Ruang Kolaborasi bagi Pelaku Usaha
Promedia Group Kupas Strategi Konten Digital, Ungkap Cara Tingkatkan Engagement di Setiap Platform
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Bandung Kini Nikmati Kamar Lebih Sehat dan Adem
JNE Content Competition 2026 Kumpulkan 5.273 Karya, Kreator Indonesia Adu Talenta di Empat Kategori
Indosat Cetak Kinerja Kuat Semester Pertama 2026, Strategi AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru
BTPN Syariah Bukukan Laba Bersih Rp655 Miliar, Fokus Ultra Mikro Terus Diperkuat