JAKARTA, Mediapriangan.com - Posisi saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk atau GOTO di level Rp30 membuat jarak investasi Telkomsel menuju balik modal semakin lebar.
Berdasarkan data perdagangan TradingView pada Senin, 5 Oktober 2026, saham GOTO berada di harga Rp30 per saham. Angka tersebut menjadi dasar perhitungan nilai kepemilikan Telkomsel dalam artikel ini, bukan harga perdagangan terbaru pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Dengan kepemilikan sekitar 23,72 miliar saham GOTO per 31 Agustus 2026, nilai pasar saham yang dimiliki Telkomsel jika dihitung menggunakan harga Rp30 berada di kisaran Rp711,6 miliar.
Angka itu terpaut jauh dari estimasi nilai berdasarkan harga perolehan sekitar Rp270 per saham. Dengan jumlah saham yang sama, nilai investasi Telkomsel berdasarkan harga tersebut mencapai sekitar Rp6,40 triliun.
Artinya, terdapat selisih sekitar Rp5,69 triliun antara estimasi nilai investasi berdasarkan harga perolehan dan nilai saham pada harga Rp30. Secara persentase, penyusutan tersebut mencapai sekitar 88,89 persen.
Baca Juga: JNE Gandeng Everpro, Roket Indonesia Perkuat Layanan Kurir Instan dan Buka Peluang Baru bagi UMKM
Jarak GOTO dari Harga Perolehan
Perbedaan antara persentase penurunan dan kenaikan yang dibutuhkan untuk balik modal menjadi bagian penting dalam membaca posisi saham GOTO.
Dari Rp270 ke Rp30, saham GOTO kehilangan Rp240 atau sekitar 88,89 persen dari nilai acuannya. Namun, apabila dihitung dari posisi Rp30 untuk kembali ke Rp270, kenaikan yang diperlukan mencapai 800 persen.
Dengan kata lain, saham GOTO harus bergerak hingga sembilan kali lipat dari posisi Rp30 untuk menyamai harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Baca Juga: Cara Membuat Media Online Gratis yang Menghasilkan Uang: Website Gratis, SEO dan Iklan
Kenaikan tersebut bukan merupakan target harga ataupun proyeksi terhadap pergerakan saham GOTO. Angka 800 persen hanya menunjukkan besarnya kenaikan matematis yang dibutuhkan agar investasi Telkomsel kembali menyamai harga acuannya.
Sebagai gambaran, apabila saham GOTO naik 100 persen dari Rp30 menjadi Rp60, harganya memang sudah berlipat dua. Namun, posisi tersebut masih sekitar 77,78 persen di bawah harga perolehan Rp270.
Kondisi itu menunjukkan bahwa kenaikan besar dari harga rendah belum otomatis membuat investor lama mencapai balik modal.
Artikel Terkait
JNE Awali JLC Member Gathering Bandung, Hadirkan Strategi Bisnis dan Ruang Kolaborasi bagi Pelaku Usaha
Promedia Group Kupas Strategi Konten Digital, Ungkap Cara Tingkatkan Engagement di Setiap Platform
Program Ganti Atap Rumah Wartawan Berlanjut, Jurnalis Bandung Kini Nikmati Kamar Lebih Sehat dan Adem
JNE Content Competition 2026 Kumpulkan 5.273 Karya, Kreator Indonesia Adu Talenta di Empat Kategori
Indosat Cetak Kinerja Kuat Semester Pertama 2026, Strategi AI Jadi Motor Pertumbuhan Baru
BTPN Syariah Bukukan Laba Bersih Rp655 Miliar, Fokus Ultra Mikro Terus Diperkuat