Karena itu, estimasi penurunan sebesar Rp5,69 triliun tidak dapat diartikan sebagai kerugian final yang telah direalisasikan. Perhitungan tersebut hanya membandingkan nilai saham pada harga Rp30 dengan estimasi harga perolehan sekitar Rp270 per saham.
Nilai investasi Telkomsel juga tidak dalam perhitungan ini memperhitungkan manfaat komersial dari kemitraan, penerimaan lain, maupun biaya transaksi.
Dengan demikian, angka 800 persen merupakan gambaran matematis mengenai jarak harga saham GOTO dari harga perolehan, bukan prediksi bahwa saham tersebut pasti akan mencapai Rp270.***