TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Tenun khas Ciawi, Tasikmalaya, Jawa Barat, mendapat tempat di panggung mode nasional melalui koleksi Grama Dhana Varistha milik Kalisha Official. Jenama busana modest asal Tasikmalaya tersebut tampil dalam Fashion Parade 17 pada ajang IN2MOTIONFEST yang berkolaborasi dengan Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026, Minggu, 18 Oktober 2026.
Peragaan yang berlangsung di Hall A Jakarta International Convention Centre (JICC) itu menjadi kesempatan bagi Kalisha Official untuk memperkenalkan kekayaan wastra daerah melalui rancangan busana modern. Penampilan tersebut juga mendapat dukungan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Tasikmalaya.
Bagi Kalisha Official, keikutsertaan dalam IN2MOTIONFEST 2026 bukan sekadar memamerkan desain terbaru. Panggung ini menjadi bagian dari perjalanan pengembangan usaha setelah mengikuti pembinaan melalui program Industri Kreatif Syariah Indonesia (IKRA) yang diinisiasi Bank Indonesia.
Pendiri sekaligus Direktur Kalisha Official, Hj. Teti Nurhayati, mengatakan koleksi tersebut sekaligus menjadi cara untuk memperkenalkan potensi budaya daerah kepada pasar yang lebih luas.
"Kami berterima kasih kepada IKRA yang telah mendukung Kalisha semakin dekat dengan impiannya menjadi brand fashion muslim yang mendunia, untuk muslim yang lebih baik," ujar Hj. Teti Nurhayati.
"Lewat koleksi ini, kami juga ingin membawa nama Tasikmalaya dan kekayaan daerahnya, dari Tenun Bulu Sabilulungan asal Ciawi dengan motif titik dan wajik tumpal yang dipadukan dengan linen," tambahnya.
Baca Juga: ISEF 2026 Jadi Pintu Pasar UMKM Priangan Timur, 8 Produk Binaan BI Tasikmalaya Unjuk Daya Saing
Koleksi Grama Dhana Varistha mengangkat filosofi yang dirangkai dari tiga kata. Grama berarti desa, dhana bermakna kekayaan, sedangkan varistha menggambarkan sosok terbaik, mulia, dan anggun.
Konsep tersebut diterjemahkan ke dalam busana yang menggambarkan perempuan dengan karakter luhur dan bijaksana, sekaligus membawa pesan tentang kemakmuran serta kekayaan kehidupan masyarakat pedesaan.
Elemen utama koleksi ini adalah Tenun Bulu Sabilulungan dari Ciawi. Motif wajik tumpal dan titik dipadukan sebagai representasi hamparan sawah dan biji padi, kemudian dikombinasikan dengan material linen serta serat alami.
Ada empat rancangan yang diperkenalkan dalam peragaan tersebut. Indira Set memadukan atasan bersiluet A-line dengan lengan balon, motif tenun klasik, bordir bunga, dan rok berpotongan anggun.