1. Bananas Indonesia
Melalui Instagram @bananasindonesia, manajemen Bananas menyampaikan dengan berat hati bahwa Bananas akan berhenti beroperasi karena unit ekonomi bisnisnya yang dinilai tidak berjalan dengan baik. Dengan begitu, secara otomatis akan berdampak terhadap karyawannya.
Mereka, tidak mentebutkan secara gamblang mengenai PHK tersebut. Namun hanya mengatakan akan membantu para karyawan terbaiknya untuk bisa mendapatkan tempat baru.
2. JD.ID
Salah satu startup e-commerce yang berinduk di China pada Mei 2022 juga menerapkan kebijakan PHK terhadap sejumlah pekerjanya. Upaya itu disebut menjadi salah satu bentuk restrukturisasi supaya perusahaan dapat beradaptasi dengan dinamika pasar.
3. ALTO
PT Tri Banyan Tirta Tbk. (ALTO) sebagai produsen air minum dalam kemasan, resmi menghentikan operasional salah satu pabriknya yang terletak di Cidahu, Sukabumi, Jawa Barat. Oleh karenanya s ebanyak 145 karyawan yang di PHK.
Baca Juga: Inilah Tiga Kota/Kabupaten Terbaik dan Berkontribusi Besar bagi Kemajuan Jabar
4. GoTo
Mendekati akhir tahun 2022, GoTo memberi kabar yang mengejutkan sekaligus mengecewakan bagi karyawannya. Pasalnya, mereka memutuskan untuk merampingan jumlah karyawan hingga 1.300 orang.
Karyawan terdampak akan memperoleh paket kompensasi sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan di tiap negara di mana GoTo beroperasi. Lebih dari itu, GoTo juga memberikan sejumlah dukungan finansial, antara lain berupa tambahan satu bulan gaji, serta kompensasi pengganti periode pemberitahuan (notice in-lieu).
5. Ruangguru
Hanya selang beberapa jam dari GoTo, perusahaan Ruangguru yang dibangun oleh mantan stafsus (staf khusus) Presiden, melepas ratusan karyawannya. Informasi tersebut disampaikan oleh tim Corporate Communication Ruanggur. Meskipun mereka menyebut PHK sebagai keputusan sulit.