Rektor Unsil Tasikmalaya: Laut Merupakan Aset Ekonomi Terbesar Di Bumi

photo author
D Kamil, Media Priangan
- Kamis, 9 Juni 2022 | 14:51 WIB

Mediapriangan.com - Bertepatan dengan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni sejak 1973, yang menjadi pusat perhatian  PBB di dunia, tahun ini adalah Indonesia. 

Melalui Presiden Republik Indonesia, Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022 ini diperingati dengan mengusung tema, “Only One Earth yang diartikan “Hanya satu bumi”. 

Maka sangatlah tepat para mahasiswa pencinta alam (Mapala) sebagai generasi muda intelektual, penerus kepemimpinan bangsa yang akan datang yang tergabung dalam kegiatan Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) XXXII tahun ini, mengambil bagian dengan tema tersebut.

Demikian hal itu diutarakan Rektor Universitas Siliwangi, DR. Ir. Nundang Busaeri, M.T. pada acara pembukaan Temu Wicara Kenal Medan (TWKM) XXXII Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) tingkat perguruan tinggi Se-Indonesia tahun 2022, di kampus 2 Universitas Siliwangi, Kamis (9/6/2022). 

Dia menyebutkan, miliaran orang memiliki hubungan personal dengan laut. Bagi banyak orang yang tinggal di daerah pesisir, laut bukan hanya sumber makanan dan mata pencaharian, tetapi juga bagian yang tak terpisahkan dari budaya dan warisan mereka. 

"Bagi jutaan orang yang menggantungkan nasib pada laut, itu adalah sumber pendapatan dan cara hidup," ujarnya. 

Laut kata dia, memainkan peran penting, dan biasanya tidak disadari bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak mungkin bernapas tanpa laut yang menghasilkan setengah dari oksigen bumi. 

Laut juga merupakan aset ekonomi yang besar. Sekitar 90 persen dari barang-barang di Indonesia bahkan dunia, diperdagangkan melalui jalur laut. 

Ratusan juta orang bekerja di bidang perikanan dan budi daya laut, pelayaran dan pelabuhan, pariwisata, energi lepas pantai, farmasi, dan kosmetik yang semuanya bergantung pada sumber daya laut.

"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, para stakeholder terkait, baik pada tingkat nasional, daerah maupun pada perguruan tinggi, dapat lebih memahami bahwa laut jauh lebih penting dari yang kita kira. Laut ada untuk kesehatan manusia dan planet, iklim dan ketahanan pangan, termasuk untuk pekerjaan lokal dan ekonomi global," tuturnya. 

Semua dari kita lanjut dia, harus belajar bahwa kesehatan laut lebih terancam dari yang semua kira. Berbagai tekanan telah meningkat dan itu berkontribusi terhadap perubahan yang cepat dan tidak terprediksi di ekosistem laut.

"Kami berpesan kepada seluruh peserta sebagai aktivis mahasiswa khususnya di pencinta alam, marilah berkomitment untuk lembaganya masing-masing agar mampu berinovasi, berkreasi dan berprestasi sebagaimana tuntutan perguruan tinggi saat ini," kata dia. 

Bahkan terang dia, salah satu Indikator keberhasilan utama perguruan tinggi, jika bisa berkarya dan dapat bermanfaat bagi masyarakat maupun bangsa sesuai dengan aktivitas yang ditekuni masing-masing mahasiswa. 

"Terimakasih kepada seluruh pihak yang  telah membantu untuk terselenggaranya kegiatan ini, sehingga dapat terlaksana dan semoga dapat berjalan dengan baik dan sukses sampe dengan selesai," ucapnya.*

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: D Kamil

Tags

Rekomendasi

Terkini

X