Mendikdasmen Abdul Mu’ti Ingatkan Bahaya Gawai, Game Kekerasan dan Judi Online Ancam Anak Jadi Mager dan Emosional

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 5 Agustus 2025 | 17:35 WIB
Foto ilustrasi anak-anak yang bermain dengan gawainya - Mendikdasmen Abdul Mu’ti soroti penggunaan gawai oleh anak-anak.  (Freepik/freepik)
Foto ilustrasi anak-anak yang bermain dengan gawainya - Mendikdasmen Abdul Mu’ti soroti penggunaan gawai oleh anak-anak. (Freepik/freepik)

 

Mediapriangan.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti kembali menyoroti persoalan penggunaan gawai yang berlebihan pada anak-anak.

Dalam pernyataannya, ia mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengontrol aktivitas anak saat menggunakan perangkat digital.

Berbicara kepada awak media di kawasan Gambir, Jakarta Pusat, pada Senin, 4 Agustus 2025, Abdul Mu’ti menyampaikan kekhawatirannya terhadap jenis-jenis game yang kini marak dimainkan oleh anak-anak.

Baca Juga: Selain Anak-anak dan Lansia, Perokok Berat Rentan Terinfeksi Virus HMPV, Ini Penjelasan Ketua Satgas Covid PB IDI

Menurutnya, sebagian game mengandung unsur kekerasan bahkan ada yang disusupi praktik judi online.

“Penggunaan gawai oleh anak-anak ini semaksimal mungkin dibatasi, kontrol orang tua sangat penting agar mereka tidak menggunakan media ini secara berlebihan,” ujar Abdul Mu’ti.

Mu’ti menambahkan, kebiasaan berlama-lama dengan gawai dapat mengganggu kesehatan fisik anak-anak.

Kurangnya aktivitas fisik bisa menurunkan kemampuan motorik dan menyebabkan kemalasan bergerak.

Baca Juga: Kebiasaan Boros Bisa Ganggu Kesehatan Mental, Hindari Agar Tak Terjebak Masalah Serius

“Itu juga merusak kebiasaan fisik mereka karena kurang beraktivitas, kalau kebanyakan main game itu jadi mager juga,” ucapnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan bahwa efek jangka panjangnya bisa membuat anak menjadi lebih emosional karena peredaran darah terganggu dan tubuh kurang bergerak.

“Kalau kebanyakan mager itu, motoriknya kurang bergerak, peredaran darahnya kurang lancar, kemudian menjadi anak yang emosional juga,” imbuhnya.

Mu’ti mengimbau agar setiap aktivitas anak dengan gawai dipantau dan diarahkan agar konten yang dikonsumsi bersifat edukatif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X