Menurutnya, teknologi seharusnya menjadi alat pendukung pembelajaran, bukan sumber kerusakan mental.
“Mereka kalau memanfaatkan gawai misalnya, harus kita pandu supaya yang diakses adalah bermanfaat dan mereka dapat menggunakannya untuk kepentingan edukatif,” sambungnya.
Ia juga meminta para penyedia layanan game online turut berkontribusi dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat bagi generasi muda.
“Tolong kami dibantu untuk anak-anak diberi layanan mendidik, jangan layanan yang bisa merusak mental dan intelektual mereka,” tandas Abdul Mu’ti.***
Artikel Terkait
Sejarah Singkat Lahirnya Pancasila, yang Diperingati Setiap 1 Juni
Bunyi dan Makna Lambang Pancasila, Jangan Sampai Lupa Ya!
Mengenal Pencipta Lagu Garuda Pancasila, Lirik dan Maknanya
Pinjol vs Kredit Bank: Memahami Perbedaan Dua Jenis Layanan Keuangan dalam Meminjam Uang
Pentingnya Peran Orang Tua dalam Mencegah Pengaruh Pornografi pada Anak, 4 Langkah Kunci untuk Perlindungan
Tips Membuat Cerita Inspiratif yang Menggugah Hati, Menarik Perhatian, dan Bikin Pembaca Penasaran Hingga Akhir!