Mediapriangan.com - Asuransi jiwa kerap menjadi salah satu pilar penting dalam membangun keamanan finansial keluarga. Namun, manfaatnya hanya akan terasa bila pemilik polis memilih produk yang tepat dan memanfaatkannya secara optimal.
Faktanya, masih banyak orang melakukan kesalahan ketika membeli asuransi jiwa. Pendiri Whitford Financial Planning, Michael Helveston, mengingatkan bahwa langkah keliru bisa membuat proteksi yang diharapkan justru tidak mencukupi.
“Jangan remehkan peran asuransi jiwa. Salah langkah bisa membuat perlindungan yang Anda pikir sudah cukup, justru tidak mencukupi,” ujarnya dikutip dari Investopedia, Selasa 2 September 2025.
Lantas, kesalahan apa saja yang perlu dihindari agar asuransi jiwa benar-benar menjadi penyelamat finansial keluarga, bukan beban? Berikut rangkumannya:
1. Menyepelekan Jumlah Pertanggungan
Membeli polis dengan nilai perlindungan yang terlalu kecil dapat membuat keluarga tetap kesulitan ketika terjadi musibah.
“Pertanggungan yang terlalu sedikit sama saja seperti tidak punya asuransi. Bayangkan cicilan rumah Rp300 juta, tetapi perlindungan hanya Rp50 juta. Itu jelas tidak cukup,” tegas Michael.
Noah Damsky dari Marina Wealth Advisors menambahkan, asuransi jiwa idealnya menggantikan penghasilan yang hilang agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.
2. Menunda Membeli Asuransi
Merasa masih muda dan sehat sering jadi alasan untuk menunda membeli polis. Padahal, risiko terbesar dari menunda adalah biaya premi yang semakin mahal atau bahkan tidak memenuhi syarat asuransi akibat kondisi kesehatan yang berubah.
3. Salah Pilih Jenis Polis
Banyak orang tergiur asuransi permanen karena ada nilai tunai yang bisa ditarik, padahal produk ini tidak selalu cocok. “Hampir selalu, asuransi berjangka sudah cukup,” jelas Michael.
Artikel Terkait
Abu Zayd Al Balkhi, Pelopor Kesehatan Mental dari Abad ke-9 yang Sudah Bahas Depresi Jauh Sebelum Psikologi Modern
Jejak Inspiratif Al-Kindi, Filsuf Muslim yang Ajarkan Bahwa Kesuksesan Hanya Datang Lewat Kerja Keras dan Ketekunan
Strategi Menabung Dana Pensiun Menurut Pakar, Begini Patokan Ideal Saat Memasuki Usia 50 Tahun
5 Cara Cerdas Mengelola Keuangan Sejak Dini agar Hidup Lebih Terarah dan Stabil
5 Indikator Finansial Kelas Menengah, Mulai Cicilan Rumah, Dana Darurat, hingga Kebebasan Pekerjaan
Tips Ampuh Mengelola Utang, Ini Cara Jaga Stabilitas Keuangan dan Hindari Tekanan Finansial Berlebih