5 Kesalahan Umum saat Membeli Asuransi Jiwa, Bisa Jadi Bom Waktu bagi Finansial Keluarga

photo author
- Jumat, 12 September 2025 | 09:19 WIB
Ilustrasi kesalahan dalam mengambil asuransi jiwa saat membangun kemandirian finansial.  (Freepik.com)
Ilustrasi kesalahan dalam mengambil asuransi jiwa saat membangun kemandirian finansial. (Freepik.com)

Mediapriangan.com - Asuransi jiwa kerap menjadi salah satu pilar penting dalam membangun keamanan finansial keluarga. Namun, manfaatnya hanya akan terasa bila pemilik polis memilih produk yang tepat dan memanfaatkannya secara optimal.

Faktanya, masih banyak orang melakukan kesalahan ketika membeli asuransi jiwa. Pendiri Whitford Financial Planning, Michael Helveston, mengingatkan bahwa langkah keliru bisa membuat proteksi yang diharapkan justru tidak mencukupi.

“Jangan remehkan peran asuransi jiwa. Salah langkah bisa membuat perlindungan yang Anda pikir sudah cukup, justru tidak mencukupi,” ujarnya dikutip dari Investopedia, Selasa 2 September 2025.

Baca Juga: Fenomena Ketawa Karier! Humor di Kantor Jadi Senjata Redakan Stres hingga Bangun Tim yang Lebih Solid

Lantas, kesalahan apa saja yang perlu dihindari agar asuransi jiwa benar-benar menjadi penyelamat finansial keluarga, bukan beban? Berikut rangkumannya:

1. Menyepelekan Jumlah Pertanggungan

Membeli polis dengan nilai perlindungan yang terlalu kecil dapat membuat keluarga tetap kesulitan ketika terjadi musibah.

“Pertanggungan yang terlalu sedikit sama saja seperti tidak punya asuransi. Bayangkan cicilan rumah Rp300 juta, tetapi perlindungan hanya Rp50 juta. Itu jelas tidak cukup,” tegas Michael.

Noah Damsky dari Marina Wealth Advisors menambahkan, asuransi jiwa idealnya menggantikan penghasilan yang hilang agar kebutuhan keluarga tetap terpenuhi.

Baca Juga: Ekonom Goldman Sachs, Revolusi AI Jadi Peluang sekaligus Ancaman Nyata bagi Karier Generasi Z di Dunia Kerja

2. Menunda Membeli Asuransi

Merasa masih muda dan sehat sering jadi alasan untuk menunda membeli polis. Padahal, risiko terbesar dari menunda adalah biaya premi yang semakin mahal atau bahkan tidak memenuhi syarat asuransi akibat kondisi kesehatan yang berubah.

3. Salah Pilih Jenis Polis

Banyak orang tergiur asuransi permanen karena ada nilai tunai yang bisa ditarik, padahal produk ini tidak selalu cocok. “Hampir selalu, asuransi berjangka sudah cukup,” jelas Michael.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X