Pakar lain, Ben Lies dari Delphi Advisers, menilai asuransi berjangka ditambah investasi mandiri umumnya memberi hasil lebih baik sekaligus biaya lebih murah.
4. Mengabaikan Detail Polis
Membaca syarat dan ketentuan sangat penting sebelum membeli asuransi. Mulai dari masa berlaku polis, pengecualian penyakit, hingga prosedur klaim, semuanya wajib dipahami.
Damsky menyarankan untuk mencari referensi dari sumber independen seperti NAIC agar mendapatkan informasi yang lebih netral.
5. Tidak Pernah Meninjau Ulang Polis
Asuransi bukan keputusan sekali beli. Polis perlu ditinjau ulang secara berkala, terutama saat terjadi perubahan besar dalam hidup seperti menikah, memiliki anak, atau perceraian.
Michael menyarankan review polis minimal setiap lima tahun agar manfaatnya selalu relevan.
Menghindari lima kesalahan di atas dapat memastikan perlindungan asuransi jiwa benar-benar efektif menjaga kestabilan finansial keluarga.
Bersikap proaktif menjadi kunci agar keputusan finansial ini benar-benar memberi rasa aman jangka panjang.***
Artikel Terkait
Abu Zayd Al Balkhi, Pelopor Kesehatan Mental dari Abad ke-9 yang Sudah Bahas Depresi Jauh Sebelum Psikologi Modern
Jejak Inspiratif Al-Kindi, Filsuf Muslim yang Ajarkan Bahwa Kesuksesan Hanya Datang Lewat Kerja Keras dan Ketekunan
Strategi Menabung Dana Pensiun Menurut Pakar, Begini Patokan Ideal Saat Memasuki Usia 50 Tahun
5 Cara Cerdas Mengelola Keuangan Sejak Dini agar Hidup Lebih Terarah dan Stabil
5 Indikator Finansial Kelas Menengah, Mulai Cicilan Rumah, Dana Darurat, hingga Kebebasan Pekerjaan
Tips Ampuh Mengelola Utang, Ini Cara Jaga Stabilitas Keuangan dan Hindari Tekanan Finansial Berlebih