Mediapriangan.com - Media sosial tengah diramaikan dengan video viral yang menyoroti aktivitas tak biasa di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Dalam unggahan tersebut, area pemakaman TPU Tanah Kusir diduga dimanfaatkan warga sebagai arena bermain layangan.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @jakarta.keras pada Kamis, 31 Juli 2025. Dalam rekaman tampak sejumlah warga, mulai dari anak-anak hingga remaja, asyik menerbangkan layangan di area TPU.
"Minim lahan, TPU Tanah Kusir jadi tempat ajang main layangan," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahannya.
Fenomena tersebut mengundang perhatian warganet. Banyak yang menyoroti bahwa Jakarta semakin kekurangan ruang terbuka hijau sehingga area pemakaman pun akhirnya dimanfaatkan untuk aktivitas rekreasi, salah satunya bermain layangan yang sedang populer belakangan ini.
Beberapa pengguna Instagram bahkan memberikan komentar yang cukup mencolok.
“Waduh jadi gimana ya, mau larang sudah banyak yang ikutan, memang tidak ada lapangan lagi,” tulis akun @alifvroh.
“Plot twist, ada layangan kuntilanak, kuntilanaknya beneran,” celetuk akun @muhammad_giffani.
Sampai saat ini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kota atau pengelola TPU mengenai pemanfaatan area pemakaman sebagai ruang bermain warga.
Fenomena ini menambah sorotan terhadap keterbatasan lahan bermain yang layak di kawasan padat seperti DKI Jakarta.
Artikel Terkait
Viral Pegawai Bank Curhat Dihardik Nasabah, Rekening Diblokir PPATK Diduga Karena Terlalu Lama Nganggur?
PPATK Ungkap Alasan Pemblokiran Rekening Dormant, Ternyata Jadi Target Kejahatan dan Sarang Dana Judi Online?
Mantan Menag Suryadharma Ali Wafat di Usia 69 Tahun, DPP PPP Kenang Sosoknya Sebagai Pemimpin Penuh Integritas
Tak Disangka, Ini Pesan Anak Marshanda Jika Sang Ibu Punya Pasangan Baru Lagi, Ungkapannya Bikin Publik Kaget
Akun TikTok Fitnah Anak Sarwendah Kini Terkunci, Ruben Onsu Siap Seret Pemiliknya ke Jalur Hukum
Viral Video Curanmor di Palembang, Pelaku Diduga Tembakkan Senjata dan Lukai Wanita yang Tengah Melintas