8 Film Horor Indonesia Rilis September 2025, Dari Misteri Desa Karuhun hingga Kutukan Perempuan Pembawa Sial, Cek!

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 2 September 2025 | 21:58 WIB
Film horor Indonesia yang tayang September 2025, menghadirkan kisah mistik, kutukan, sekte gelap dan teror keluarga, simak sinopsis dan tanggal rilisnya.   (Kolase Cinema21 dan IMDb)
Film horor Indonesia yang tayang September 2025, menghadirkan kisah mistik, kutukan, sekte gelap dan teror keluarga, simak sinopsis dan tanggal rilisnya. (Kolase Cinema21 dan IMDb)

 

Mediapriangan.com - Bulan September 2025 menjadi momentum spesial bagi pecinta film horor Indonesia. Sepanjang bulan ini, setidaknya delapan judul horor baru akan menghantui layar bioskop.

Sinopsis film horor Indonesia yang tayang di bioskop pada September 2025 ini, mengangkat tema yang beragam, mulai dari kisah mistik di pedesaan, sekte gelap, hingga kutukan yang mengikat jiwa.

Para sineas dan bintang film papan atas Indonesia ikut ambil bagian, menjadikan deretan film ini semakin dinantikan. Berikut sinopsis dan jadwal rilis delapan film horor yang tayang sepanjang September 2025.

Baca Juga: 25 Film Siap Tayang Perdana di Bioskop Indonesia September 2025, Dari Horor Menegangkan hingga Drama Menguras Emosi

8 Film Horor Indonesia September 2025:

1. Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai

Tayang: 4 September 2025 | Sutradara: Helfi Kardit | Pemeran: Adytia Zoni, Ajeng Fauziah, Muthia Datau, Aurelia Lourdes

Sinopsis film horor Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai yang tayang mulai 4 September 2025.
Sinopsis film horor Menjelang Magrib 2: Wanita yang Dirantai yang tayang mulai 4 September 2025. (Instagram.com/menjelangmagrib2)

 

Sinopsis film:

Pada era Hindia Belanda tahun 1920, seorang dokter muda bernama Giandra (Aditya Zoni) membaca kabar di koran tentang gadis desa yang dipasung karena dianggap sakit jiwa.

Giandra lalu pergi ke Desa Karuhun untuk mencari tahu kebenarannya. Di sana, Giandra bertemu Rikke (Aurelia Lourdes), jurnalis keturunan Belanda-pribumi, yang memperingatkannya soal tiga hal: kultur, mistik, dan tahayul.

Perjalanan Giandra pun menjadi dilema antara ilmu kedokteran modern yang ia yakini dan kepercayaan turun-temurun masyarakat desa.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X