Polisi dan Warga Lupakan Sekat di Lomba 17-an

photo author
Dede Farhan Kamil, Media Priangan
- Jumat, 14 Agustus 2026 | 20:21 WIB
HUT kemerdekaan dirayakan dengan tawa, permainan tradisional, dan kebersamaan jajaran Polres Tasikmalaya bersama warga. (Dok. DFK)
HUT kemerdekaan dirayakan dengan tawa, permainan tradisional, dan kebersamaan jajaran Polres Tasikmalaya bersama warga. (Dok. DFK)

TASIKMALAYA, Mediapriangan.com - Hari Kemerdekaan tak selalu dirayakan dengan upacara dan seremoni. Di kompleks Asrama Polres Tasikmalaya, Mangunreja, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (14/8/2026), kemerdekaan justru dirasakan lewat tawa, permainan tradisional, dan kebersamaan polisi bersama warga.

Suasana formal yang biasanya melekat pada aktivitas kepolisian sejenak mencair. Lapangan asrama berubah menjadi arena perlombaan yang mempertemukan ratusan warga dengan jajaran Polres Tasikmalaya tanpa sekat.

Seragam cokelat polisi bercampur dengan pakaian warga. Anak-anak berlarian mengejar hadiah, sementara sorak-sorai pecah dari setiap sudut lapangan.

Baca Juga: Keracunan MBG di Berastagi, 269 Siswa Berastagi, Korban Terbanyak dari SMAN 1 Berastagi

Lima pos perlombaan disiapkan untuk menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Mulai dari injak balon, makan kerupuk, estafet sarung, cantolan kepala, hingga memasukkan paku ke dalam botol.

Namun yang menarik bukan semata jenis perlombaannya. Panitia sengaja melebur peserta tanpa membedakan latar belakang.

Dalam lomba estafet sarung, misalnya, anggota Bhabinkamtibmas, pengurus Bhayangkari dan warga ditempatkan dalam satu tim. Mereka berlari, tertawa dan saling menyemangati untuk memenangkan permainan.

Baca Juga: Challenge Hafalan Al-Quran Berhadiah Miras Berujung 4 Tersangka, Polisi Ungkap Peran Masing-Masing

Sekilas sederhana. Tetapi dari permainan itulah jarak antara polisi dan masyarakat seolah menghilang.

Nela, salah seorang warga sekitar asrama, mengaku menikmati suasana tersebut. Ia bahkan ikut tegang saat mengikuti lomba injak balon.

“Saya senang sekali bisa ikut acara hiburan bersama bapak-bapak dan ibu polisi. Tadi seru sekali saat lomba injak balon, ada rasa takut balonnya meletus tapi tetap ingin menang,” ujar Nela.

Baginya, hadiah berupa sembako maupun kompor gas bukanlah satu-satunya alasan mengikuti perlombaan. Yang lebih penting adalah kesempatan bertemu dan berinteraksi langsung dengan polisi dalam suasana yang jauh dari kesan formal.

Baca Juga: Imah Aing di Sapawarga Dibuka Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Warga Jabar Bisa Ajukan Rutilahu Gratis

Warga lainnya, Agni, berharap semangat kebersamaan dalam perayaan kemerdekaan tidak berhenti pada kemeriahan lomba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dede Farhan Kamil

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X