Mediapriangan.com - Umat Muslim di Indonesia mulai menunaikan shalat tarawih sejak Jumat, 28 Februari 2025, sebelum memasuki hari pertama puasa Ramadan yang jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025.
Pelaksanaan shalat tarawih berlangsung pada malam hari, dimulai setelah waktu shalat Isya hingga menjelang Subuh.
Jumlah rakaat dalam shalat tarawih umumnya dilakukan 8 atau 20 rakaat, yang kemudian diakhiri dengan shalat witir sebagai penutup.
Shalat ini dapat dijalankan secara berjamaah di masjid maupun secara munfarid atau sendirian di rumah.
Mengapa Bacaan Shalat Witir Biasanya al-A’la, al-Kafirun, dan al-Ikhlas?
Setelah menyelesaikan shalat tarawih, baik 8 maupun 20 rakaat, umat Muslim biasanya melanjutkan dengan shalat witir yang jumlah rakaatnya ganjil.
Di banyak masjid di Indonesia, shalat witir umumnya dilakukan sebanyak tiga rakaat.
Bacaan yang lazim digunakan dalam shalat witir adalah surat al-A’la pada rakaat pertama, al-Kafirun pada rakaat kedua, dan al-Ikhlas pada rakaat ketiga.
Meski demikian, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ulama terkait bacaan shalat witir ini, khususnya mengenai surat yang dibaca pada rakaat terakhir.
Mengutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama atau NU, para ulama Syafi’iyyah dan Hanabilah sepakat bahwa yang disunnahkan dibaca pada dua rakaat awal shalat witir adalah surat al-A’la di rakaat pertama dan al-Kafirun di rakaat kedua.
Untuk rakaat terakhir, ulama Syafi'iyyah berpendapat untuk membaca surat al-Ikhlas beserta al-Mu’awwidzatain.