Mediapriangan.com - Pada puncak kejayaan peradaban Islam abad ke-10, lahirlah seorang tokoh besar yang karyanya melampaui zamannya: Ibnu Sina, atau Avicenna.
Avicenna dikenal bukan hanya sebagai dokter dan filsuf, tetapi juga pemikir mendalam tentang jiwa manusia dan kesehatan mental.
Bagi Avicenna, kesehatan mental bukan sekadar terbebas dari gangguan, melainkan fondasi yang mampu menghidupkan kecerdasan.
Avicenna menegaskan bahwa kejernihan pikiran dan kekuatan jiwa menjadi kunci memahami dunia dengan lebih utuh.
"Pengetahuan pertama manusia adalah ‘Aku ada’," tulisnya dalam karya berjudul Al-Shifa.
Kesadaran diri ini, menurutnya, adalah pintu awal bagi segala bentuk ilmu pengetahuan. Tanpa ketenangan batin, kecerdasan tidak akan berkembang maksimal.
Salah satu gagasan terkenalnya adalah eksperimen pikiran “Manusia Melayang”.
Ia menggambarkan seseorang yang diciptakan seketika dalam keadaan melayang di udara, tanpa sensasi tubuh, penglihatan, atau pendengaran.
Meski terputus dari semua pancaindra, orang tersebut tetap akan sadar bahwa dirinya ada.
Dari sini, Avicenna menyimpulkan bahwa jiwa adalah inti manusia, terpisah dari tubuh, dan tidak bergantung pada indera.
Artikel Terkait
Jelang Idul Adha 2025, Bolehkah Jual Daging Kurban? Ini Penjelasan Ulama dan Dalil dari Al-Qur’an serta Hadits Rasulullah
Idul Adha 2025, Ini 3 Golongan yang Wajib Menerima Daging Kurban, Jangan Salah Saat Membagikannya!
Idul Adha 6 Juni 2025 Jatuh di Hari Jumat, Masih Wajibkah Pria Muslim Melaksanakan Shalat Jumat?
Sejarah Mabit di Muzdalifah dan Maknanya Usai Wukuf, Ini Penjelasan Lengkap Ibadah Wajib Haji 2025
Ini Makna dan Rangkaian Ibadah di Mina Usai Wukuf, dari Lempar Jumrah Hingga Mabit Tiga Malam Penuh Berdoa
Update Haji 2025, Puncak Ibadah Wukuf Selesai, Kemenag Resmi Tutup Penyelenggaraan di Arafah Hari Ini