Mediapriangan.com – Puasa Sya’ban merupakan puasa sunnah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.
Adapun pada bulan Sya’ban, terdapat hari yang disebut Nisfu Sya’ban atau pertengahan bulan Sya’ban. Tepatnya pada tanggal 15 Sya’ban.
Nisfu Sya’ban merupakan hari dilaporkannya amal manusia selama satu tahun kepada Allah SWT.
Baca Juga: Sya’ban: Bulan untuk Memperbanyak Puasa, Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW
Oleh sebab itu umat muslim disunnahkan puasa Sya’ban agar saat laporan tahunan tersebut dalam keadaan berpuasa. Hal ini sesuai dengan hadits Rasulullah SAW, yang artinya:
“Sya’ban adalah bulan yang dilalaikan oleh manusia, yang jatuh antara Rajab dan Ramadhan. Sya’ban juga bulan diangkatnya amal perbuatan secara umum (yang dilakukan selama setahun) ke suatu tempat di langit yang dimuliakan oleh Allah Sang Pemilik alam semesta, dan aku senang jika amal perbuatanku diangkat sedangkan aku dalam keadaan berpuasa,” (HR. Ahmad, An-Nasa’i dan Al-Baihaqi).
Hikmah Puasa Sya’ban
Berpuasa sunnah di bulan Syaban sangat dianjurkan karena melakukan ibadah di saat orang-orang sedang lalai. Dimana bulan Sya’ban berada antara Rajab dan Ramadhan yang merupakan bulan mulia.
Selain itu, berpuasa di bulan Sya'ban sebagai latihan untuk menghadapi puasa wajib selama satu bulan penuh di bulan Ramadhan, sehingga bagi orang yang melakukan puasa sunnah di bulan Sya’ban nantinya tidak akan merasa berat berpuasa di bulan Ramdahan.
Keutamaan Puasa Sya’ban
Adapun keutaman puasa Sya’ban di antaranya adalah mendapatkan syafaat Rasulullah SAW pada hari kiamat kelak.
Dikutip dari NU Online, Syekh Nawawi al-Bantani berkata, “Puasa sunnah yang keduabelas adalah puasa Sya’ban, karena kecintaan Rasulullah SAW terhadapnya. Karenanya, siapa saja yang memuasainya, maka ia akan mendapatkan syafaat beliau di hari kiamat.” (Muhammad bin Umar Nawawi al-Jawi, Nihâyatuz Zain fi Irsyâdil Mubtadi-în, [Bairut, Dârul Fikr], h. 197).
Baca Juga: Agar Lebih Maju Kabupaten Tasikmalaya Butuh Investor, Perlu Dijembatani HIPMI