khazanah

Qadha Puasa Ramadhan: Waktu Pelaksanaan dan Niat

Selasa, 28 Februari 2023 | 08:47 WIB
Ilustrasi pelaksanaan dan niat qadha puasa Ramadhan. (Pixabay/Mohamed Hassan)

Mediapriangan.com – Qadha puasa Ramadhan adalah puasa pengganti yang dilakukan seseorang di luar Ramadhan.

Qadha puasa Ramadhan wajib dikerjakan bagi orang yang memiliki hutang puasa Ramadhan sebelum tiba Ramadhan berikutnya.

Namun tidak semua orang diwajibkan melakukan qadha puasa. Hanya orang-orang tertentu saja yang diwajibkan qadha.

Baca Juga: Ramadhan 1444 H Segera Tiba, Punya Hutang Puasa Tahun Lalu?

Adapun rang-orang tersebut adalah orang sakit dengan harapan sembuh, musafir atau orang yang bepergian jarak jauh, orang yang batal puasanya, perempuan yang mendapat haid dan nifas, perempuan hamil atau yang menyusui, dan orang yang menunda-nunda qadha hingga tiba Ramadhan berikutnya.

Selain wajib mengqadha puasa, bagi perempuan hamil atau menyusui yang mengkhawatirkan keselamatan janin atau bayinya, dan orang yang menunda-nunda qadha puasa hingga tiba Ramadhan berikutnya, juga diwajibkan membayar fidyah.

Waktu Pelaksanaan Qadha Puasa Ramadhan

Qadha puasa Ramadhan, wajib dilaksanakan sebanyak hari yang telah ditinggalkan, sebagaimana termaktub dalam Al-Baqarah ayat 184. Artinya:

Baca Juga: Sya’ban: Bulan untuk Memperbanyak Puasa, Seperti yang Dicontohkan Rasulullah SAW

"Barangsiapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib mengganti) sebanyak hari yang ditinggalkan pada hari-hari yang lain (di luar Ramadan). Dan bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, yaitu memberi makan seorang miskin."

Adapun mengenai waktunya, qadha puasa ramadan dapat dilakukan pada hari-hari diluar bulan Ramadhan. Tetapi bukan pada hari yang diharamkan untuk berpuasa, seperti hari tasyrik, idul Adha, dan Idul Fitri.

Qadha puasa Ramadhan, bisa dilakukan secara berurutan atau terpisah. Dan dikerjakan sesuai jumlah hutang puasanya. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:

Baca Juga: Puasa Sya’ban: Hikmah, Keutamaan dan Niat Puasa

“Qadha (puasa) Ramadhan itu, jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya terpisah. Dan jika ia berkehendak, maka ia boleh melakukannya berurutan," (HR. Daruquthni, dari Ibnu 'Umar).

Halaman:

Tags

Terkini