Mediapriangan.com – Niat merupakan hal penting karena termasuk dalam rukun setiap ibadah. Begitu juga dengan niat puasa Ramadhan.
Niat menjadi penentu semua amal, karena amal yang tidak diniatkan karena mengharap ridho Allah SWT adalah amal yang sia-sia.
Pentingnya niat dalam melakukan amal, sesuai dengan hadits dari Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
Baca Juga: Ramadan 1444 Hijriah Sebentar Lagi Tiba, Harga Harga Tak Lagi Mesra
“Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, dan barang siapa yang hijrahnya karena dunia atau karena wanita yang hendak dinikahinya, maka hijrahnya itu sesuai ke mana ia hijrah.” (HR. Bukhari, Muslim, dan empat imam Ahli Hadits).
Niat puasa Ramadhan merupakan rukun puasa yang wajib dibaca agar puasanya sah. Apabila tidak membaca niat maka puasanya tidak sah, dan puasanya harus diqadha di luar bulan Ramadhan.
Adapun untuk membaca niat puasa dilakukan pada malam hari sebelum fajar, dan biasanya dibaca setelah shalat tarawih atau pada waktu sahur.
Apabila niat puasa tidak dilakukan pada malam hari sebelum fajar, maka puasanya tidak sah. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya:
“Barangsiapa yang tidak berniat puasa pada malam hari sebelum fajar, maka tidak ada puasa baginya," (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majjah).
Berikut lafal niat puasa Ramadhan untuk dibaca pada malam hari:
Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i fardhi syahri Ramadhaani hadzihis sanati lillaahi ta‘ala.
Artinya, “Aku berniat puasa esok hari demi menunaikan kewajiban bulan Ramadhan tahun ini karena Allah ta’ala.”
Baca Juga: Manfaat Mentimun untuk Menurunkan Hipertensi, Cek Apakah Benar?
Mengenai apakah niat puasa harus dilakukan setiap hari atau cukup di awal ramadhan saja?.