khazanah

Asal Usul Aksara Jawa Ternyata Dari Legenda Pusaka Aji Saka, Pendekar Sakti yang Memiliki Dua Ajudan

Rabu, 17 Agustus 2022 | 13:21 WIB
Banyak versi yang menceritakan legenda pusaka Aji Saka sebagai asal usul aksara Jawa. (Tangkap layar Youtube.com/Omah Keris Salatiga)

MEDIAPRIANGAN - Asal usul aksara Jawa berasal dari legenda pusaka Aji Saka yang merupakan seorang pendekar pengembara yang berasal dari wilayah pulau Majeti. Aji Saka memiliki dua orang punggawa (pengawal) atau ajudan yang sangat setia bernama Dora dan Sembada.

Benda pusaka Aji Saka adalah berupa keris, yang konon katanya juga memiliki kesaktian yang tinggi. Ada banyak legenda tentang Aji Saka dan kedua ajudan tersebut, yang juga berkaitan dengan pusaka Aji Saka dan asal usul munculnya aksara Jawa yang masih ada sampai saat ini.

Legenda berawal dari sebuah kerajaan yang bernama Medhangkamulan, yang dipimpin oleh seorang raja yang kejam, bengis, tamak, dan bahkan ia suka memakan daging manusia. Ada seorang pengembara yang memiliki kesaktian bernama Aji Saka, ia ingin menghentikan kebiasaan raja yang sangat buruk itu.

Baca Juga: Oppo Reno 8 Series Launching, Ini Spesifikasi dan Harga Oppo Reno 8 4G dan Oppo Reno 8 5G

Aji Saka juga merupakan seorang pendekar yang tampan dan gagah, yang sengaja mengembara ke Kerajaan Medhangkamulan. Pada saat itu Aji Saka mengajak ajudan Dora mengembara, sedangkan ajudan Sembada menunggu rumah pulau Majeti. Saat itulah Aji Saka mempercayakan pusaka Aji Saka tersebut pada Sembada.

Ia juga berpesan pada Sembada untuk tidak memberikan pusaka Aji Saka kepada siapapun kecuali pada Aji Saka sendiri. Dalam pengembaraannya itu akhirnya Aji Saka berhasil menjadi seorang Raja. Maka ia pun mengutus Dora untuk mengambil pusaka yang sedang dijaga oleh Sembada.

Namun saking setianya seorang ajudan, Sembada tidak mau memberikan pusaka itu pada Dora karena ia memegang teguh amanah dari Aji Saka. Akhirnya terjadilah pertempuran antara Dora dengan Sembada memperebutkan pusaka Aji Saka tersebut.

Baca Juga: 37 Paskibraka Pada Upacara Detik-Detik Proklamasi Di Kabupaten Tasikmalaya

Keduanya memiliki kekuatan dan kesaktian yang seimbang, sehingga kedua ajudan itu tewas dalam pertempuran tersebut. Aji Saka ingat akan pesannya kepada Sembada, dan ia menyesalinya tetapi semuanya sudah terlanjur hancur dan binasa.

Asal Usul Aksara Jawa

Untuk mengenang kesetiaan kedua ajudan tersebut, Aji Saka mengungkapkan rasa penyesalan atas kelalaiannya dengan membuat sebuah kalimat yang akhirnya menjadi gabungan suku kata yang sekarang menjadi aksara Jawa.

Baca Juga: Oppo Reno 8 4G dan 5G Resmi Launching di Indonesia, Langsung Buka Pre-Order sampai 25 Agustus 2022

Aksara Jawa tersebut berbunyi:
- Ha Na Ca Ra Ka yang artinya adalah adanya utusan.
- Da Ta Sa Wa La artinya yaitu saling bertengkar atau berkelahi.
- Pa Da Ja Ya Nya artinya adalah memiliki kesaktian yang sama.
- Ma Ga Ba Tha Nga artinya yaitu semuanya meninggal/mati.

Itulah salah satu risiko dalam memegang amanah, walaupun harus mempertaruhkan nyawa. Amanah yang diberikan menjadi kewajiban si pemegang mandat untuk menjaga amanah tersebut. Sejak saat itu, munculah aksara Jawa yang ada sampai sekarang.

Halaman:

Tags

Terkini