khazanah

Logo Hari Jadi Jawa Barat Ke 77, Menilik Kembali Kujang Sebagai Simbol Jawa Barat

Sabtu, 20 Agustus 2022 | 11:20 WIB
Logo resmi Hari Jadi Jawa Barat Ke 77 tahun 2022 (Tankap layar Instagram.com/@Humas Jabar)

Ada juga kujang pakarang yang digunakan untuk berperang. Terakhir, ada kujang pangarak yang digunakan untuk perlengkapan upacara. Sementara, kujang yang digunakan untuk bertani memiliki nama kujang pamangkas.

Sebenarnya, selain dibedakan berdasarkan fungsi, kujang juga dibedakan berdasarkan bentuknya. Seperti misalnya kujang jago, kujang bangkok, kujang ciung, kujang badak, kujang kuntul, dan kujang naga.

Baca Juga: Tempat Penukaran Uang Baru 2022 di Bandung dan Sekitarnya, Catat Jadwal dan Lokasinya

Sejarah singkat kujang sebagai senjata tradisional

Istilah kujang sendiri berasal dari bahasa Sunda kuno, yaitu kudi dan hyang. Kudi sendiri memiliki arti senjata atau jimat dan hyang memiliki arti dewa.

Jika diartikan secara harfiah, maka kujang merupakan sebuah jimat atau senjata yang memiliki kekuatan magis atau dewa di dalamnya.

Dari dulu, kujang memang dipercaya mampu untuk menghalau musuh. Selain itu, kujang juga dipercaya bisa menolak bala dan menyembuhkan penyakit.

Baca Juga: Siapa Saja Pahlawan Nasional yang Terpampang Pada Gambar Utama Uang Kertas Baru 2022

Hingga akhirnya, kujang menjadi senjata tradisional yang sering dicari oleh orang-orang. Namun, sekitar abad ke 16, ketika kerajaan Padjajaran runtuh, tidak ada lagi orang yang membuat kujang.

Sekitar tahun 1970-an, senjata tradisional Jawa Barat ini mulai dibuat lagi. Sejak saat itulah kujang sudah dikenal lagi, dan cukup banyak orang yang mulai mencarinya.

Mirisnya, saat ini fungsi kujang hanya sebagai hiasan atau koleksi saja. Orang-orang sudah tidak menggunakan kujang sebagai alat untuk bertani.

Baca Juga: Ini Tempat Penukaran Uang Baru 2022 di Tasikmalaya dan Sekitarnya, Berikut Jadwalnya di Bulan Agustus 2022

Kujang sendiri memiliki 4 bagian utama. Pertama, ada bagian papatuk atau congo yang merupakan bagian lancip dan tajam pada ujung kujang. Kemudian, ada eluk atau silih yang merupakan tubuh kujang.

Di mana, tubuh kujang sendiri biasanya berbentuk lancip, mirip seperti sebelah sayap burung yang merentang. Selanjutnya ada juga tadah, yang merupakan bagian menonjol pada perut kujang. Terakhir, ada bagian mata atau lubang pada kujang.

Kujang sarat akan makna filosofis dan simbolis

Halaman:

Tags

Terkini