Mediapriangan.com – Isra Miraj merupakan peristiwa penting dalam sejarah islam, karena mengisahkan perjalanan Nabi Muhammad SAW bertemu dengan Allah SWT.
Isra’ Mi’raj terjadi pada 27 Rajab (621 M), dimana pada waktu itu Nabi Muhammad SAW berusia 51 tahun.
Pada tahun 2023 ini, peringatan Isra’ Mij’raj Nabi Muhammad SAW jatuh pada Sabtu 18 Februari (27 Rajab 1444 H).
Baca Juga: Sepakan Lebih Tukang Parkir Diburu Polisi, Kini Meringkuk Di Sel Tahanan Polres Tasikmalaya
Arti kata Isra menurut etimologi adalah perjalanan malam, sedangkan Mi’raj adalah naik ke atas dengan tangga.
Adapun yang dimaksud dengan peristiwa Isra Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya Nabi Muhammad SAW oleh Allah SWT di malam hari dari Masjidil Haram (Makkah) ke Masjidil Aqsa (Palestina).
Sedangkan Miraj adalah dinaikkannya Nabi Muhammad dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha yang melewati langit, mulai langit pertama dan langit ke tujuh hingga berakhir di Sidratul Muntaha.
Sidratul Muntaha merupakan tempat akhir perjalanan Nabi Muhammad SAW, dan di sanalah Nabi Muhammad SAW menerima perintah langsung dari Allah SWT berupa shalat lima waktu.
Isra’ Mi’raj ini, merupakan peristiwa yang luar biasa, yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dengan didampingi Malaikat Jibril hanya dalam satu malam. Oleh karena itu peristiwa Isra’ Mij’raj tidak bisa diterima oleh akal manusia.
Bagi umat muslim yang beriman, peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW adalah hal yang wajib diyakini kebenarannya, karena merupakan bukti kekuasaan dan keagungan Allah SWT.
Baca Juga: Kemenag Terbitkan Jadwal Perjalanan Haji 2023, Ini Rincian Lengkapnya
Maka dari itu, peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW tertulis dalam Al-quran surat Al-Isra ayat 1 yang artinya:
“Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, dan Maha Melihat.”