Prabowo Subianto Canangkan Program Sekolah Rakyat Gratis, Fokus pada Anak Kurang Mampu dengan Sistem Boarding School

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Senin, 6 Januari 2025 | 11:23 WIB
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia.  (Instagram.com/@prabowo)
Presiden RI, Prabowo Subianto yang berencana bangun ‘Sekolah Rakyat’ di Indonesia. (Instagram.com/@prabowo)

Baca Juga: 2025 Jadi Tahun Kelahiran Generasi Beta, Intip Kilas Balik Istilah yang Pernah Viral di Zaman Alpha hingga Gen Z!

Di masa penjajahan Jepang, istilah Sekolah Rakyat (SR) mulai digunakan untuk jenjang pendidikan dasar. Baru setelah kemerdekaan, nama Sekolah Dasar (SD) resmi diberlakukan pada 13 Maret 1946.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Jenjang pendidikan menengah pertama di era Belanda dikenal dengan Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Ada pula Hoogere Burgerschool (HBS), yang saat itu lebih eksklusif untuk warga Belanda.

Setelah kemerdekaan, MULO berganti nama menjadi SMP pada 13 Maret 1946. Sebutan ini sempat berubah menjadi Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama (SLTP) pada 1994, sebelum kembali menjadi SMP pada 2003.

Baca Juga: Kasus HMPV Marak di China hingga Muncul Imbauan Kemenkes, Membuat Publik Harus Waspada, Akankah Seperti Covid-19?

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Di era Belanda, jenjang setara SMA mencakup Algemeene Middelbare School (AMS) dan bagian dari HBS. AMS hanya ada di beberapa kota besar seperti Bandung, Semarang, dan Surabaya, dan dikhususkan untuk kalangan elit.

Pada masa penjajahan Jepang, AMS diubah menjadi Sekolah Menengah Tinggi (SMT). Setelah Indonesia merdeka, SMT berganti nama menjadi Sekolah Menengah Oemoem Atas (SMOA) pada 1946 dan akhirnya menjadi Sekolah Menengah Atas (SMA) pada 1950.

Sekolah Rakyat: Arah Baru Pendidikan Nasional

Dengan menggagas Sekolah Rakyat yang berkonsep modern, Prabowo Subianto ingin menghidupkan kembali semangat pendidikan untuk semua kalangan.

Baca Juga: Pelecehan Turis Singapura di Bandung dan Pemerkosaan Turis China di Bali, Berikut Kronologinya

Program ini tidak hanya mencakup pendidikan formal, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan siswa melalui sistem boarding school.

Diharapkan, inisiatif ini dapat mengurangi angka putus sekolah dan mendukung pertumbuhan generasi muda Indonesia yang lebih berdaya saing.

Program Sekolah Rakyat menjadi wujud nyata pemerintah dalam menciptakan kesetaraan pendidikan bagi seluruh rakyat Indonesia. ***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X