Luhut Prediksi Anggaran Makan Bergizi Gratis Tembus Rp300 Triliun di 2026, Program Ini Jadi Sorotan Nasional

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 14 Juni 2025 | 06:09 WIB
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, pada Kamis, 12 Juni 2025.  (Tangkapan layar YouTube FMB91D_IKP)
Ketua DEN Luhut Binsar Pandjaitan dalam acara International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di Jakarta, pada Kamis, 12 Juni 2025. (Tangkapan layar YouTube FMB91D_IKP)

 

Mediapriangan.com - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menjadi sorotan publik setelah diproyeksikan mendapatkan anggaran jumbo pada tahun 2026.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan, mengungkapkan dalam forum internasional bahwa dana untuk program ini berpotensi melonjak hingga Rp300 triliun.

MBG merupakan salah satu inisiatif besar pemerintah yang diluncurkan pada 6 Januari 2025 di bawah pengawasan Badan Gizi Nasional (BGN).

Baca Juga: Kepala BGN Ungkap 60 Persen Anak Indonesia Tak Mampu Beli Susu, Bandingkan Menu Sehari-hari dengan Program MBG

Program ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah dan kelompok rentan, sekaligus menjadi pemantik pertumbuhan ekonomi di daerah.

Pada awal pelaksanaannya di 2025, program ini hanya menargetkan 17,9 juta penerima manfaat dengan alokasi anggaran sebesar Rp71 triliun.

Namun, instruksi dari Presiden untuk mempercepat pelaksanaan program mengubah skala target secara signifikan.

Baca Juga: Kadin China Siap Bantu Bangun 1.000 Dapur MBG di Indonesia, Prototipe Ditarget Rampung Sebelum 17 Agustus 2025!

Jumlah penerima manfaat pun melonjak drastis menjadi 82,9 juta orang, tersebar di 32 ribu titik layanan gizi atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sehingga anggaran pun meningkat menjadi Rp171 triliun.

Dalam pertemuan International Conference on Infrastructure (ICI) 2025, Luhut memaparkan bahwa peran MBG bukan hanya memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, melainkan juga sebagai penggerak perekonomian lokal di berbagai wilayah Indonesia.

Daerah didorong untuk aktif berpartisipasi dalam penyediaan bahan pangan dan pelaksanaan layanan, sehingga menciptakan pusat-pusat ekonomi baru.

Baca Juga: Waspadai Risiko Keracunan, DPR Minta BGN dan BPOM Tetapkan Standar Aman Tempat Makan MBG & Dukung Produk Lokal

Namun demikian, keberhasilan program ini dinilai sangat bergantung pada kekompakan dan sinergi antar tim pelaksana, baik di pusat maupun daerah.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X