Evakuasi Pendaki Brasil Juliana Marins di Jurang Rinjani Dilanjutkan Pagi Ini, Cuaca Ekstrem Jadi Tantangan Terberat

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Rabu, 25 Juni 2025 | 17:42 WIB
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani.  (Instagram/btn_gn_rinjani)
Proses evakuasi jenazah pendaki Brasil yang terjatuh di jurang Gunung Rinjani. (Instagram/btn_gn_rinjani)

 

Mediapriangan.com - Upaya evakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang jatuh ke jurang di kawasan Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat, kembali dilanjutkan pada Rabu pagi, 25 Juni 2025.

Jenazah Juliana ditemukan oleh tim SAR setelah beberapa hari pencarian intensif. Ia diketahui terjatuh ke jurang sedalam 150 hingga 200 meter di titik Cemara Nunggal pada Sabtu, 21 Juni, saat mendaki bersama rombongan berjumlah 13 orang.

Sebelumnya, proses evakuasi pada Selasa sempat dihentikan akibat cuaca ekstrem yang menyelimuti kawasan Rinjani, terutama di jalur menuju puncak dan Danau Segara Anak yang terkenal rawan perubahan cuaca mendadak.

Baca Juga: Wisatawan Brasil Jatuh ke Jurang Kawah Rinjani, Tim SAR Kerahkan Drone dan Puluhan Personel di Medan Ekstrem

“Evakuasi korban akan dilakukan pada hari Rabu tanggal 25 Juni 2025 pukul 06.00 WITA,” ujar Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii, Rabu pagi.

Proses Evakuasi: Dari Jurang Terjal Menuju Posko Sembalun

Dalam keterangan resmi, Syafii menjelaskan bahwa evakuasi akan dilakukan menggunakan metode lifting, di mana jenazah akan diangkat terlebih dahulu dari dasar jurang.

Setelah itu, jenazah akan ditandu menyusuri jalur pendakian menuju Posko Sembalun.

Baca Juga: Wisatawan Brasil Jatuh ke Jurang Kawah Rinjani, Tim SAR Kerahkan Drone dan Puluhan Personel di Medan Ekstrem

Setibanya di posko, jenazah Juliana rencananya langsung diterbangkan ke RS Bhayangkara Polda NTB menggunakan helikopter untuk proses identifikasi dan penanganan lebih lanjut.

“Semoga proses evakuasi korban yang akan dilaksanakan besok pagi dapat berjalan dengan lancar dan aman,” ujar Syafii.

Duka dari Puncak Rinjani: Peringatan untuk Keselamatan Pendakian

Juliana Marins memulai pendakian melalui jalur Sembalun pada 20 Juni 2025. Insiden tragis itu terjadi saat rombongannya baru saja melintasi Danau Segara Anak dan mendekati area puncak, kawasan yang dikenal curam dan rawan longsor.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X