Mediapriangan.com - Perseteruan antara Ferry Irwandi, CEO Malaka Project sekaligus influencer kritis, dengan grafolog terkemuka Gusti Aju Dewi semakin menjadi perhatian publik. Awalnya dipicu tuduhan manipulasi video penangkapan anggota TNI oleh Brimob, kini perdebatan mereka melebar hingga soal latar belakang pendidikan.
Lewat unggahan Instagram pribadinya, Minggu, 14 September 2025, Ferry menegaskan dirinya tidak pernah memanipulasi video seperti yang dituduhkan.
“Berhari-hari saya difitnah oleh @gustiajudewi dan hairi @anakjaksel.ai bahwa saya menambahkan kalimat ‘bukan cuma saya’ di iNews,” tulis Ferry.
Ia bahkan menantang Gusti untuk membuktikan tuduhannya. “Sekaranglah saat yang tepat, apakah anda masih tidak mendengar kalimat ‘bukan cuma saya’, @gustiajudewi? Kalau masih tidak mendengar, berarti ada yang bermasalah di kepala anda sesuatu yang seharusnya ada dan melekat di situ,” tegasnya.
Netizen Bandingkan Rekam Jejak Akademik
Di tengah panasnya perdebatan, publik justru ramai membahas siapa yang lebih unggul dari sisi pendidikan. Menariknya, baik Ferry maupun Gusti sama-sama memiliki rekam jejak akademik yang impresif, meskipun bidang yang mereka tekuni sangat berbeda.
Ferry Irwandi: Influencer Kritis Berbasis Akuntansi
Ferry merupakan alumnus Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang pernah hampir drop out sebelum akhirnya berhasil menyelesaikan studi. Ia melanjutkan pendidikan Magister di Central Queensland University, Australia, dan kini sedang menempuh program doktoral (S3) di Monash University, salah satu universitas riset terkemuka dunia.
Rekam jejak akademik itu melengkapi pengalamannya sebagai mantan pegawai Kementerian Keuangan sebelum memilih jalur independen pada 2010. Melalui Malaka Project, Ferry berkomitmen membangun generasi muda yang kritis dan berani bersuara.
Gusti Aju Dewi: Pionir Grafologi di Indonesia
Sementara itu, Gusti Aju Dewi dikenal sebagai pendiri Indonesian School of Graphologist (ISOG) yang melahirkan banyak grafolog profesional. Sertifikasi yang ia miliki diakui secara internasional di 92 negara melalui Apostille Konvensi Den Haag 1961.
Saat ini, Gusti tengah menempuh Magister Informatika di Universitas Nusa Putra dengan fokus kecerdasan buatan (AI) untuk mengintegrasikan grafologi dengan teknologi modern.
Ia juga aktif berkontribusi di dunia penegakan hukum, termasuk memberikan pelatihan analisis tulisan tangan kepada anggota Polwan Polri.
Artikel Terkait
Sindiran Tajam Ferry Irwandi ke Deddy Corbuzier Usai Vonis Tom Lembong, Pejabat Harusnya Mulai Was-Was!
Disebut Kena Skakmat Ferry Irwandi, Reaksi Deddy Corbuzier Usai Prabowo Beri Abolisi ke Tom Lembong Bikin Heboh!
Ferry Irwandi Dituding Tindak Pidana oleh Dansat Siber TNI, Begini Respons Influencer Indonesia yang Jadi Sorotan!
Ferry Irwandi Tantang TNI soal Aksi Demo, Influencer Ini Tegaskan Ide Tak Bisa Dipenjara dan Siap Hadapi Dugaan
Menhan Sjafrie Pilih Tak Ikut Campur Kasus Dansat Siber TNI vs Ferry Irwandi, Serahkan ke Panglima
Ferry Irwandi Soroti Lengsernya Sri Mulyani dari Menkeu, Sebut Bukan Sekadar Pejabat, Beliau Ibu dan Guru