Mahfud MD Tolak Kursi Menko Polkam, Pilih Bantu Prabowo di Reformasi Polri Demi Etika Politik

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 23 September 2025 | 15:32 WIB
Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD angkat bicara terkait tawaran kursi menteri hingga pilih masuk Komite Reformasi Polri.  (Instagram.com/@mohmahfudmd)
Mantan Menko Polhukam RI, Mahfud MD angkat bicara terkait tawaran kursi menteri hingga pilih masuk Komite Reformasi Polri. (Instagram.com/@mohmahfudmd)

Mediaprangan.com - Mantan Menko Polhukam, Mahfud MD, secara resmi menolak tawaran duduk sebagai Menko Polkam di kabinet Presiden RI Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, keputusan itu lebih didasarkan pada etika politik yang ia pegang, bukan karena ketidaktertarikan. Mahfud menegaskan kursi kabinet seharusnya diisi oleh mereka yang terlibat langsung memenangkan Prabowo pada Pilpres 2024.

“Saya kan dulu sudah menyatakan komitmen, standar etik saya, jabatan di pemerintahan ini harus diduduki oleh mereka yang menang, yang berkeringat secara politik. Saya kan tidak,” ujarnya.

Baca Juga: Ciamis Terpilih Jadi Lokasi PSN PLTM Leuwikeris 7,4 MW, Sekda Sebut Proyek Ini Berkah untuk Akses Listrik dan Irigasi

Sebagai alternatif, Mahfud MD memilih bergabung dalam Komite Reformasi Kepolisian, agenda strategis yang tengah disiapkan pemerintah.

Tawaran Langsung dari Jenderal Senior

Mahfud menceritakan, menjelang reshuffle kabinet, seorang jenderal senior sempat menghubunginya pada 7 September 2025 dan meminta segera datang ke Jakarta untuk tawaran posisi Menko Polkam.

“Malam menjelang pelantikan (menteri), menjelang pengumuman reshuffle, ‘Pak Mahfud di mana?’ ‘Saya di Yogya’. ‘Ke sini (Jakarta),’ katanya oleh sang jenderal,” ungkap Mahfud.

Baca Juga: Profil Gulsum Seyda Alp, Libero Manisa BBSK yang Sukses Koleksi 3 Trofi dan Targetkan Sultanlar Ligi 2025-2026

Meski begitu, Mahfud mengaku memberikan jawaban mengambang, karena menolak terang-terangan bisa menimbulkan kesan angkuh, sementara menerima tawaran tidak sesuai prinsipnya.

“Ngambang (jawaban) saya. Saya tidak bilang iya. Ndak enak menolak, kalau menolak ‘sombong banget nih orang' begitu,” jelasnya.

Fokus pada Reformasi Polri

Dalam Komite Reformasi Kepolisian, Mahfud MD menekankan tiga aspek yang harus dibenahi: aturan, aparat, dan budaya. Menurutnya, perubahan kultur menjadi prioritas utama karena banyak praktik internal Polri yang selama ini menjadi sorotan publik.

Baca Juga: Ousmane Dembele Raih Ballon d’Or 2025, Perjalanan dari Terbuang di Barcelona hingga Jadi Bintang Besar PSG

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X