Menkeu Purbaya dan Jalan Koboi Sumitronomics: Target Pertumbuhan 8 Persen di Tengah Gejolak Pasar Global

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Selasa, 23 September 2025 | 21:15 WIB
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terkait target Sumitronomics lewat kebijakan fiskal dan pengelolaan APBN 2026.  (Dok. Kemenkeu)
Menkeu RI, Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan terkait target Sumitronomics lewat kebijakan fiskal dan pengelolaan APBN 2026. (Dok. Kemenkeu)

Mediapriangan.com - Nama Prof. Sumitro Djojohadikusumo kembali ramai dibicarakan seiring bangkitnya konsep “Sumitronomics” dalam pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto.

Konsep ini menekankan nasionalisme ekonomi, industrialisasi, dan perlindungan kepentingan domestik, kini dijalankan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa melalui kebijakan fiskal pemerintah.

Menkeu Purbaya menegaskan pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi 8 persen—angka ambisius yang menjadi ujian strategi fiskal di tengah gejolak pasar global. Gaya kebijakan Purbaya yang cepat dan berani kerap disebut “koboi”, karena tidak selalu mengikuti pola tradisional.

Baca Juga: Gangguan Coretax DJP Masih Jadi Sorotan, Menkeu Purbaya Janjikan Perbaikan Sistem Pajak Digital 1 Bulan

Purbaya: Sumitronomics Berbasis 3 Pilar

Dalam rapat paripurna DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa, 23 September 2025, Purbaya menyatakan strategi pembangunan Indonesia harus digerakkan melalui sinergi fiskal, sektor keuangan, dan iklim investasi.

“Untuk jadi negara maju strategi pembangunan Indonesia berbasis pada Sumitronomics yang berbasiskan 3 pilar utama yakni pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan pembangunan dan stabilitas nasional yang dinamis,” kata Purbaya.

APBN sebagai Katalis Ekonomi

Purbaya menekankan APBN harus memperkuat sektor swasta, khususnya sektor bernilai tambah tinggi seperti pertanian, manufaktur, industri padat karya, dan pariwisata. Menurutnya, sektor-sektor ini mampu menciptakan lapangan kerja sekaligus mendorong ketahanan ekonomi.

Baca Juga: Anggito Abimanyu Resmi Jadi Ketua DK LPS 2025-2030, Siap Lepas Jabatan Wamenkeu Demi Amanah Baru

Selain itu, pemerintah ingin mengoptimalkan Danantara sebagai kendaraan investasi strategis agar Indonesia lebih kuat dalam rantai pasok global.

"Danantara diperkuat perannya untuk akselerasi investasi di sektor-sektor produktif dan bernilai tambah tinggi dan memperkuat posisi Indonesia di global value chain," ungkap Purbaya.

Gaya Koboi Purbaya: Likuiditas dan Deregulasi

Langkah Purbaya disebut “koboi” karena berani menempuh jalan tak lazim, termasuk mengalihkan Rp200 triliun dana pemerintah dari Bank Indonesia ke Himbara. Tujuannya meningkatkan likuiditas agar kredit usaha naik, konsumsi meningkat, dan investasi berjalan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X