VIVO dan APR Mundur, Pertamina Tegaskan BBM Etanol 3,5 Persen Sesuai Regulasi dan Praktik Global

photo author
Budi Raspati, Media Priangan
- Sabtu, 4 Oktober 2025 | 05:45 WIB
Pertamina buka suara soal kandungan etanol dalam BBM setelah sejumlah perusahaan swasta batal membeli 40 ribu barel BBM.  (Unsplash/aldrinrachmanpradana)
Pertamina buka suara soal kandungan etanol dalam BBM setelah sejumlah perusahaan swasta batal membeli 40 ribu barel BBM. (Unsplash/aldrinrachmanpradana)

Mediapriangan.com - Polemik kandungan etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) produksi Pertamina kembali jadi pembicaraan publik. Hal ini mencuat setelah dua badan usaha swasta, VIVO dan APR (joint venture BP-AKR), memutuskan untuk membatalkan rencana pembelian base fuel Pertamina.

Padahal sebelumnya kedua perusahaan telah menyepakati pembelian 40 ribu barel dari Pertamina. Namun rencana itu batal setelah diketahui adanya campuran etanol sebesar 3,5 persen dalam BBM tersebut.

“VIVO membatalkan untuk melanjutkan (pembelian). Akhirnya tidak disepakati lagi. Lalu tinggal APR, APR akhirnya tidak juga (batal). Jadi tidak ada semua,” ungkap Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, di Jakarta, Rabu (1/10/2025).

Baca Juga: Polemik Etanol 3,5 Persen di BBM Pertamina, Aman untuk Mobil Baru, Berisiko Karatan pada Mesin Lama?

Kandungan Etanol Jadi Sorotan

Achmad menjelaskan, alasan penolakan berasal dari kandungan etanol 3,5 persen dalam base fuel Pertamina. Padahal secara aturan, etanol dalam BBM diperbolehkan hingga 20 persen.

“Issue yang disampaikan kepada rekan-rekan SPBU ini mengenai konten. Kontennya ada kandungan etanol,” jelas Achmad.

“Secara regulasi itu diperkenankan, etanol itu sampai jumlah tertentu kalau tidak salah sampai 20 persen etanol. Sedangkan (BBM punya Pertamina) ada etanol 3,5 persen,” tambahnya.

Baca Juga: Dominasi Pertamina Sentuh 92 Persen, DPR Kritik Keras Pembatasan Impor BBM Swasta yang Dinilai Rugikan Pasar

Penjelasan Pertamina

Menanggapi hal itu, Pj. Corporate Secretary Pertamina, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa penggunaan etanol merupakan praktik terbaik yang berlaku di dunia internasional. Campuran tersebut, katanya, membantu menekan emisi karbon sekaligus mempercepat transisi energi ramah lingkungan.

“Etanol berasal dari tumbuhan seperti tebu atau jagung, sehingga lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil murni,” jelas Roberth, Jumat (3/10/2025).

Menurutnya, etanol mampu menurunkan emisi gas buang kendaraan dan berdampak positif terhadap kualitas udara.

Baca Juga: Shell Indonesia Curhat BBM Langka, Kuota Impor 110 Persen Disebut Habis, Pertamina Jadi Jalan Keluar?

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Raspati

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X