Dalam diskusi bertajuk "Kecurangan Pilkada 2024: Dari Dinasti, Calon Tunggal, dan Netralitas ASN," Themis Law Firm mengungkapkan bahwa ada 35 daerah yang berpotensi memiliki dinasti politik dalam Pilkada Serentak 2024.
Di 35 daerah tersebut, terdapat 42 figur politisi dengan latar belakang keluarga politik yang diperkirakan akan maju dalam Pilkada.
"Lima partai politik terbesar yang mendukung calon potensial di Pilkada adalah Partai Golkar, Gerindra, Demokrat, NasDem, dan PKS. Tiga di antaranya merupakan pengusung pasangan calon Prabowo-Gibran dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM)," ungkap Hemi Lavour, peneliti dari Themis Law Firm, dalam diskusi yang diadakan di Kalibata, Jakarta Selatan, pada Selasa, 13 Juli 2024.
Data menunjukkan bahwa Partai Golkar mendukung 19 calon potensial yang terafiliasi dengan politik dinasti, disusul oleh Partai Gerindra dengan 17 calon, Partai Demokrat dengan 15 calon, Partai NasDem dengan 14 calon, dan PKS dengan 11 calon.
PAN dan PKB mendukung 9 calon, PPP 8 calon, PDIP dan PSI masing-masing 6 calon, serta PBB dan Perindo masing-masing 3 calon. Partai Garuda, Hanura, dan PKN masing-masing mendukung 1 calon.
Koordinator Bidang Korupsi Politik Indonesia Corruption Watch (ICW), Egi Primayogha, turut mengomentari kajian Themis Law Firm ini dengan menyinggung pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden pada Pemilu Presiden 2024.
Menurut Egi, dinasti politik di Pilkada semakin dianggap normal sejak Presiden Joko Widodo mendukung pencalonan anaknya, Gibran, dalam ajang Pemilu Presiden 2024.
Egi juga mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap praktik politik dinasti.
"Politik dinasti sering kali berkaitan erat dengan praktik korupsi. Di Banten, Sumatera Selatan, Cimahi, dan Bogor, kasus-kasus korupsi dilakukan oleh pejabat yang berasal dari dinasti politik," kata Egi dalam diskusi yang sama.
Lantas, apa yang menyebabkan politik dinasti menjadi hal yang lumrah di Indonesia?
Sentralisasi Kekuasaan
Politik dinasti sering kali mencerminkan upaya mempertahankan kekuasaan yang terpusat pada kelompok atau keluarga tertentu.